APINDO Tanggapi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Energi

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memberikan presiasi atas langkah strategis pemerintah dalam merespons turbulensi geopolitik melalui kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan kebijakan energi.

Kendati begitu, dunia usaha menilai implementasi kebijakan tersebut perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menolai dunia usaha memahami kebijakan ini sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kenaikan harga energi dan pengendalian konsumsi BBM, sekaligus membangun sense of crisis di tengah ketidakpastian global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun, implementasi kebijakan perlu dilakukan secara adaptif, terukur, dan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan agar tetap menjaga produktivitas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi,” kata Shinta dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3).

Terkait kebijakan work from home (WFH), APINDO, kata dia, penerapannya tidak dapat diseragamkan di seluruh sektor. Keputusan WFH sebaiknya berada pada tingkat masing-masing perusahaan sesuai dengan karakteristik operasionalnya.

“Kebijakan WFH perlu memberikan ruang fleksibilitas, bukan penerapan yang diseragamkan. Setiap perusahaan memiliki karakteristik operasional yang berbeda, sehingga keputusan paling efektif justru berada di tingkat masing-masing perusahaan,” ujarnya.

APINDO juga mengingatkan bahwa penyeragaman kebijakan berpotensi memicu disrupsi dan inefisiensi.

Tidak hanya itu, penempatan WFH pada hari tertentu, seperti Jumat, berisiko mendorong peningkatan mobilitas masyarakat yang kontraproduktif terhadap tujuan penghematan energi.

READ  Bareskrim Polri Disaksikan Menteri Perdagangan dan Direktur Utama Pertamina Segel SPBU Di Kecamatan Baros Kota Sukabumi Tidak Sesuai SOP

Dalam hal refocusing belanja Kementerian/Lembaga, APINDO mendukung upaya pemerintah menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas APBN di tengah tekanan global.

“Karena itu, refocusing anggaran perlu dilakukan secara lebih selektif, terukur, dan berbasis produktivitas agar tetap menjaga stabilitas makroekonomi tanpa mengorbankan produktivitas dan momentum pertumbuhan,” tegas Shinta.

Terkait pembatasan BBM subsidi, APINDO menekankan pentingnya kejelasan definisi dan implementasi teknis di lapangan. Hal ini dinilai krusial untuk menghindari hambatan distribusi, terutama bagi pelaku usaha dan UMKM yang bergantung pada BBM bersubsidi.

“Kejelasan definisi dan implementasi teknis menjadi kunci agar tidak menimbulkan hambatan di lapangan serta tidak mengganggu kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi,” terangnya.

APINDO juga mendorong sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.

Ia meyakini bahwa semangat Indonesia Incorporated, kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional.

“Dengan semangat Indonesia Incorporated, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya.

Penulis : Hs

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Dr. Charles P.N. Rembang: Pendeta, Akademisi, dan Penggerak yang Menginspirasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Kamis, 16 April 2026 - 15:27 WIB

Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum

Berita Terbaru