SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Lonjakan volume kendaraan yang menuju kawasan wisata pantai selatan di Kabupaten Sukabumi memicu kemacetan panjang di sejumlah titik, terutama pada jalur utama menuju destinasi favorit wisatawan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalur menuju kawasan pantai seperti Pantai Karanghawu dan sekitarnya. Antusiasme masyarakat untuk berlibur justru berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum siap menampung lonjakan arus kendaraan.
Kemacetan terparah terjadi di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan cukup serius. Di antaranya ruas Jalan Bantarkawung yang terdampak pergerakan tanah di Desa Warungkira, tepatnya di tanjakan Baeud, serta jalan di Desa Pasirsuren.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata membuat kendaraan harus melaju dengan sangat pelan, sehingga memperparah antrean panjang.Selain faktor kerusakan jalan, tingginya volume kendaraan pihak terbaik harus bekerja keras diimbangi dengan rekayasa lalu lintas yang optimal.
Para pengguna jalan terpaksa mengantre berjam-jam di bawah terik matahari.
Salah satu wisatawan, Ujang (65), warga asal Bogor, mengaku kecewa dengan kondisi yang dihadapi. Ia bersama keluarganya hendak berlibur ke Pantai Karanghawu, namun harus terjebak kemacetan panjang akibat jalan rusak.
“Jalan banyak yang bolong, jadi kendaraan harus pelan. Ditambah kendaraan padat, jadi macet panjang. Harusnya ada perbaikan atau pengaturan yang lebih baik,” keluhnya.Senin (23/3/2026)
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pengendara lainnya yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka menilai, sebagai kawasan wisata unggulan, akses menuju pantai selatan seharusnya menjadi prioritas dalam hal perbaikan infrastruktur dan manajemen lalu lintas.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan wisatawan, khususnya pada momen libur panjang.
Masyarakat berharap kedepannya Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah konkret, baik melalui percepatan perbaikan jalan, penambahan petugas pengatur lalu lintas, maupun rekayasa arus kendaraan, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga.
Penulis : HS
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














