Jelang Ramadhan, TPU Berlan Cikarang Utara Dipadati Peziarah

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bekasi — Menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan, tradisi ziarah kubur atau nyekar kembali ramai dilakukan umat Muslim di Indonesia. Tradisi turun-temurun ini menjadi momen untuk mengunjungi dan mendoakan orang tua maupun sanak famili yang telah meninggal dunia.

Tak heran, sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten Bekasi mulai dipadati peziarah. Salah satunya TPU Berlan yang berada di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peziarah datang silih berganti untuk berdoa secara langsung di pusara keluarga mereka. Area pemakaman pun terlihat lebih ramai dari biasanya, ditandai dengan deretan kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi. Kendaraan roda dua atau sepeda motor mendominasi parkiran TPU tersebut.

Suasana khidmat terasa saat memasuki area pemakaman. Aroma harum bunga melati tercium di antara taburan bunga berwarna-warni yang masih segar di atas sejumlah makam. Beberapa peziarah tampak mengangkat kedua tangan seraya memanjatkan doa, sementara lainnya khusyuk membaca Surat Yasin.

Di sudut lain, sejumlah peziarah terlihat membersihkan makam keluarga dengan mencabut rumput liar dan merapikan area sekitar pusara, meskipun pengurus makam rutin melakukan perawatan.

Mul, pengurus TPU Berlan, mengatakan bahwa peningkatan jumlah peziarah memang kerap terjadi menjelang Ramadhan.

READ  Ribuan Buruh ABBM Demo di Pemkab Bekasi, Desak Kenaikan UMK hingga Pembentukan PHI

“Ya, hari ini jelang bulan suci Ramadhan banyak warga yang berziarah,” ujarnya kepada media.

Ia menegaskan, kebersihan makam bukan hanya dilakukan menjelang bulan puasa atau Hari Raya Idulfitri, melainkan rutin dikerjakan pada hari-hari biasa.

“Makam di TPU Berlan ini selalu dibersihkan, terutama rumput liar dan daun kering yang berserakan. Kebersihan bukan hanya ketika menjelang bulan puasa atau Idulfitri saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab kami,” ungkap Mul.

Menurutnya, perawatan tersebut dilakukan agar para peziarah merasa nyaman saat berkunjung dan tidak perlu bersusah payah membersihkan makam sebelum berdoa. Perawatan makam dilakukan bersama beberapa warga sekitar.

Terkait pemberian uang dari peziarah, Mul menegaskan bahwa tidak ada kewajiban maupun tarif tertentu.

“Pemberian uang dari para peziarah itu seikhlasnya, tanpa dipaksa. Tinggal dimasukkan saja ke kotak yang sudah disediakan di pintu masuk TPU. Kalau tidak memberi juga tidak apa-apa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemberian tersebut bukan suatu keharusan, melainkan bentuk rasa terima kasih kepada pengurus makam yang telah menjaga kebersihan dan kerapian area pemakaman.

“Bukan suatu keharusan juga para peziarah memberikan uang, tetapi setidaknya ada rasa terima kasih,” tandasnya

Penulis : Haris Pranatha

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan
RUSAIDA Bongkar Dugaan Praktik TPPO, PMI Asal Sukabumi Tertahan di Dubai, Keluarga Dibebani Biaya Pulang
Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:28 WIB

Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:18 WIB

DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu

Berita Terbaru