SUARARAKYAT.info|| BURU – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Resor Buru melalui program unggulan “Polisi Mengaji” kembali menunjukkan peran humanisnya di tengah masyarakat. Kali ini, kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, BRIGPOL Rahmat Hadianto, dengan menggelar lomba-lomba antar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Kegiatan berlangsung pada Jum’at, (06/2/2026), mulai pukul 14.30 WIT hingga 19.15 WIT, bertempat di TPQ Nurul Qur’an, Desa Waekerta, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru. Acara ini mengusung tema “Bersihkan Hati, Sucikan Diri, Sambut Ramadhan dengan Senang Hati”, yang sarat akan pesan moral, spiritual, serta penguatan karakter generasi muda.
Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kapolres Buru dalam membumikan nilai-nilai religius, sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan edukatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, tercatat tiga lembaga pendidikan Al-Qur’an turut ambil bagian, yakni:
TPQ Al-Ikhlas – Desa Waetele
TPQ Nurul Qur’an – Desa Waekerta
Ma’had Khoirul Huda – Desa Waekerta
Para santri dari masing-masing TPQ menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai cabang lomba yang telah disiapkan oleh panitia.
Adapun lomba-lomba yang digelar dalam kegiatan Polisi Mengaji tersebut meliputi:
Hafalan Juz 30 (6 peserta)
Hafalan Juz 29 (6 peserta)
Hafalan Juz 1 (6 peserta)
Pildacil (Pidato Dai Cilik) (6 peserta)
Hafalan Doa-Doa Harian (6 peserta)
Cerdas Cermat Islami (4 grup)
Seluruh perlombaan dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan hafalan dan wawasan keislaman santri, tetapi juga untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kesiapan tampil di hadapan publik.
BRIGPOL Rahmat Hadianto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan semangat kepada para santri agar semakin giat belajar Al-Qur’an dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan di TPQ.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembiasaan mental sejak dini bagi para santri agar terbiasa tampil di depan umum, sehingga ke depan mereka siap mengikuti ajang yang lebih besar seperti MTQ tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional.
“Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai sahabat masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda yang berakhlak, religius, dan berprestasi,” ujar Bhabinkamtibmas di sela kegiatan.
Kegiatan Polisi Mengaji ini mendapat sambutan hangat dari pengasuh Yayasan Ma’had Khoirul Huda, para ustaz dan ustazah, serta dukungan penuh dari orang tua santri. Mereka menilai kegiatan ini sebagai langkah positif yang tidak hanya mempererat hubungan Polri dan masyarakat, tetapi juga memperkuat pendidikan moral dan spiritual anak-anak.
Panitia menyampaikan bahwa hasil lomba akan diumumkan secara resmi pada acara Haflah Akhirussanah, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026.
Tokoh yang Hadir
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain:
Ust. Muhammad Nuhlan Amin (Ust. UGD)
Ust. Feri Irawan (Ust. UGD)
Ust. Risan Arisandi (Pengasuh TPQ)
Ustazah Susilawati (Pengasuh TPQ)
Ustazah Siti Fatimah (Pengasuh TPQ)
Situasi Aman dan Kondusif
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan sinergi positif antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat.
Program Polisi Mengaji ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Buru dalam menghadirkan sosok polisi yang humanis, religius, dan dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas melalui pendekatan hati dan nilai-nilai keagamaan.
Penulis : Jhon K Manuputty
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info













