Ketika Dolar Menjadi Senjata: Venezuela,Indonesia dan Pelajaran Pahit bagi Global South

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Drs. Muhammad Bardansyah. Ch. Cht.๐ƒ๐ฎ๐ง๐ข๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐“๐ข๐๐š๐ค ๐๐ž๐ญ๐ซ๐š๐ฅ

SUARARAKYAT.info|| Dunia tidak pernah benar-benar netral. Di balik jargon โ€œperdagangan bebasโ€, โ€œstabilitas globalโ€, dan โ€œrule-based orderโ€, terdapat struktur kekuasaan yang bekerja secara sunyi namun sistematis.(7/1/2026)

Invasi terhadap Venezuela, apa pun narasi resminya bukan sekadar episode konflik regional. Ia adalah sinyal geopolitik keras bagi negara-negara Global South:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

kedaulatan ekonomi yang melampaui batas tertentu akan selalu dipersepsikan sebagai ancaman.

Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, Venezuela bukan kisah jauh di Amerika Latin. Ia adalah cermin masa depan yang mungkin, jika pelajaran sejarah diabaikan.

๐๐ž๐ญ๐ซ๐จ๐๐จ๐ฅ๐š๐ซ ๐๐š๐ง ๐ˆ๐ฆ๐ฉ๐ž๐ซ๐ข๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ž ๐Œ๐จ๐ง๐ž๐ญ๐ž๐ซ

Sejak kesepakatan ASโ€“Arab Saudi tahun 1974, sistem petrodolar menjadi fondasi hegemoni Amerika Serikat. Dengan mewajibkan perdagangan minyak global menggunakan dolar AS, tercipta permintaan buatan terhadap mata uang tersebut (Hudson, 2003).

๐ƒ๐ฎ๐ง๐ข๐š ๐›๐ž๐ค๐ž๐ซ๐ฃ๐š, ๐€๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š ๐ฆ๐ž๐ง๐œ๐ž๐ญ๐š๐ค ๐ฎ๐š๐ง๐ .

Inilah bentuk imperialisme moneter: kekuasaan bukan hanya melalui senjata, tetapi melalui mata uang, sistem pembayaran, dan kontrol arsitektur keuangan global.

Dalam sistem ini, SWIFT, IMF, World Bank, dan rating agencies bukan institusi netral, melainkan alat disiplin geopolitik.

Ketika Venezuela mulai:

– menjual minyak dalam yuan,

– membangun jalur pembayaran di luar SWIFT,

– dan mendekat ke BRICS,

maka yang terancam bukan sekadar kepentingan ekonomi AS, melainkan fondasi hegemoninya sendiri.

๐•๐ž๐ง๐ž๐ณ๐ฎ๐ž๐ฅ๐š ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐๐ซ๐ž๐ฌ๐ž๐๐ž๐ง ๐ƒ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ๐ฅ๐ข๐ง๐ž๐ซ

Dengan 303 miliar barel cadangan minyakโ€”terbesar di dunia Venezuela memiliki kemampuan objektif untuk menopang de-dolarisasi jangka panjang. Inilah yang menjadikannya berbahaya bagi tatanan lama.

Sejarah menunjukkan pola yang konsisten:

– Irak (2000): euro

– Libya (2009): dinar emas

– Venezuela (2018โ€“): yuan dan BRICS

Hasilnya selalu serupa: intervensi, delegitimasi, atau kehancuran negara (Clark, 2013; Prashad, 2020).

Invasi Venezuela bukan anomali, melainkan mekanisme penegakan disiplin global:

Tantang dolar, maka Anda menantang sistem.

๐†๐ฅ๐จ๐›๐š๐ฅ ๐’๐จ๐ฎ๐ญ๐ก: ๐€๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐Š๐ž๐ฌ๐š๐๐š๐ซ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐Š๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐š๐ง

Global South hari ini berada dalam fase ambigu. Di satu sisi, muncul kesadaran kolektif untuk melepaskan diri dari ketergantungan dolarโ€”terlihat dari BRICS, CIPS, mBridge, dan perdagangan bilateral non-dolar (Eichengreen, 2011; BIS, 2023).

Di sisi lain, negara-negara ini tetap rentan terhadap tekanan finansial, sanksi, dan intervensi politik.

Venezuela mengirim pesan keras:

kedaulatan ekonomi bukan sekadar soal kebijakan, tetapi soal keberanian menghadapi risiko geopolitik.

๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š: ๐€๐ฌ๐ž๐ญ ๐’๐ญ๐ซ๐š๐ญ๐ž๐ ๐ข๐ฌ ๐๐š๐ง ๐๐š๐ก๐š๐ฒ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐’๐š๐ฆ๐š

Indonesia kerap merasa aman karena tidak berada di poros konflik besar. Ini ilusi berbahaya.

Indonesia memiliki:

– nikel strategis untuk transisi energi global,

– batu bara dan gas,

– posisi maritim vital,

READ  Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

– serta kebijakan hilirisasi yang secara nyata menantang kepentingan industri global.

Langkah nasionalisasi dan hilirisasi SDA Indonesia bukan kebijakan ekonomi biasa, ia adalah tindakan politik global. Reaksi keras terhadap larangan ekspor nikel menunjukkan bahwa tekanan terhadap kedaulatan sumber daya memiliki pola struktural yang sama (Warburton, 2023).

Jika Indonesia:

– memperkuat nasionalisasi SDA, dan

– semakin dekat dengan poros Global South / BRICS+,

maka tekanan eksternal bukan kemungkinan melainkan keniscayaan.

Standar Ganda dan โ€œRule-Based Orderโ€

Barat sering mengklaim membela demokrasi dan HAM. Namun fakta geopolitik menunjukkan standar ganda yang telanjang:

– Arab Saudi tanpa pemilu didukung penuh,

– nasionalisasi SDA disebut โ€œotoritarianismeโ€,

– de-dolarisasi dibingkai sebagai ancaman keamanan.

Dalam konteks ini, hukum internasional menjadi selektif, dan kekerasan finansial dilegalkan atas nama stabilitas global (Stiglitz, 2002).

๐Š๐ž๐ญ๐ข๐ค๐š ๐Š๐ž๐ค๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐š๐ฉ ๐Š๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐ฎ๐ก๐š๐ง

Ironisnya, penggunaan kekuatan militer justru mengungkap kelemahan sistem petrodolar itu sendiri. Mata uang yang harus dipertahankan dengan bom adalah mata uang yang kehilangan legitimasi kompetitifnya.

Alih-alih menghentikan de-dolarisasi, invasi Venezuela justru:

– mempercepat pencarian alternatif,

– memperkuat solidaritas Global South,

– dan menegaskan bahwa ketergantungan dolar adalah risiko strategis.

๐๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ: ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ ๐’๐ž๐›๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ ๐ƒ๐ข๐ฉ๐š๐ค๐ฌ๐š

Esai ini bukan pembelaan terhadap rezim tertentu. Ia adalah peringatan geopolitik.

Bagi Indonesia dan Global South, pelajarannya jelas:

Venezuela harus dipelajari sekarang, bukan nanti, ketika pilihan sudah tidak tersedia.

Kedaulatan ekonomi membutuhkan:

– diversifikasi mitra,

– penguatan regional,

– dan kesadaran bahwa dunia tidak memberi ruang gratis bagi negara yang ingin berdiri tegak.

Sejarah jarang mengulang secara identik, tetapi ia selalu memberi isyarat. Pertanyaannya bukan apakah tekanan akan datang, melainkan apakah kita siap menghadapinya dengan kepala tegak, atau terkejut ketika sudah terlambat.

๐ƒ๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ฌ๐ข

1. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ด. (2023). ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ค๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ด-๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ด. ๐˜‰๐˜๐˜š.

2. ๐˜Š๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ, ๐˜ž. ๐˜™. (2013). ๐˜—๐˜ฆ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ง๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ: ๐˜–๐˜ช๐˜ญ, ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฒ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ง๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜•๐˜ฆ๐˜ธ ๐˜š๐˜ฐ๐˜ค๐˜ช๐˜ฆ๐˜ต๐˜บ ๐˜—๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด.

3. ๐˜Œ๐˜ช๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ, ๐˜‰. (2011). ๐˜Œ๐˜น๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ท๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ: ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ง๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜–๐˜น๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜บ ๐˜—๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด.

4. ๐˜๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜”. (2003). ๐˜š๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ: ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ค ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ˆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฆ. ๐˜—๐˜ญ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜—๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด.

5. ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ, ๐˜. (2020). ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด: ๐˜ˆ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ฆโ€™๐˜ด ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜บ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜›๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฅ ๐˜ž๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฅ. ๐˜•๐˜ฆ๐˜ธ ๐˜—๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด.

6. ๐˜š๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ป, ๐˜‘. ๐˜Œ. (2002). ๐˜Ž๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ป๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ช๐˜ต๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ด. ๐˜ž.๐˜ž. ๐˜•๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ & ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ.

7. ๐˜ž๐˜ข๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜Œ. (2023). ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ขโ€™๐˜ด ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ค๐˜บ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ค๐˜ด. ๐˜‘๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ณ๐˜บ ๐˜ˆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, 53(2), 257โ€“276.

8. ๐˜ž๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฅ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ. (2022). ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜บ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ด ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ต๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฌ. ๐˜ž๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฅ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ.

Penulis : Frk

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI harus Waspada Reaksi Alam Sampai Bencana Hujan Mikroplastik Indonesia
Yakub F Ismail: Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:58 WIB

Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:46 WIB

Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB