Diduga Gunakan Material Ilegal dan Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Jalan Rp 28,5 M di Inhil Tuai Sorotan

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| INHIL– Proyek rekonstruksi atau peningkatan struktur jalan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp 28.521.212.400 kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Kegiatan yang berlokasi di Kecamatan Keritang dan Kecamatan Selensen tersebut diduga kuat menggunakan material ilegal dan dikerjakan secara asal-asalan. Pantauan ini terjadi pada Senin (10/11/2025).

Proyek besar yang didanai dari pajak masyarakat dan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit tahun 2025 itu semestinya menjadi infrastruktur unggulan yang dapat menunjang aktivitas warga. Namun kenyataannya, pekerjaan di lapangan justru diduga jauh dari standar mutu yang telah ditetapkan.

Menurut salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, seluruh material utama, seperti tanah uruk dan batu krokos, didatangkan dari daerah Jambi. Parahnya lagi, lokasi pengambilan bahan baku tersebut disebut tidak memiliki izin resmi.

“Semua bahan baku seperti tanah uruk dan krokos itu didatangkan dari daerah Jambi, Pak. Saya tahu persis kalau kuari tempat pengambilan bahan baku itu semuanya tidak memiliki izin. Ada yang punya izin, tapi jenis batunya bukan yang dibawa ke sini,” ungkapnya.(14/11/2025)

Proyek rekonstruksi ini dikerjakan oleh PT Nagamas Mitra Usaha, dengan pengawasan konsultan dari PT Tri Karsa. Berdasarkan dokumen kontrak nomor 620/SPHS-PUPRPKPP/BM-SKBJ.DBH2025/03/2025, nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp 28,5 miliar. Namun dari hasil pantauan awak media, tampak jelas kualitas pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar, mulai dari pemadatan yang kurang maksimal hingga penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

READ  TNI AL Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Ilegal di Pelabuhan Patimban Subang



Kekecewaan publik semakin memuncak karena proyek sebelumnya yang dikerjakan perusahaan yang sama yakni pembangunan jembatan pada tahun 2024 di lokasi yang berdekatan juga menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Beberapa konstruksi jembatan tampak retak, sedangkan bagian bahu jalan di pangkal dan ujung jembatan terlihat hampir terpisah akibat dugaan pondasi yang tidak kokoh.

Ketika awak media mencoba meminta klarifikasi kepada pihak kontraktor, seorang warga keturunan Tionghoa bernama Topo yang disebut sebagai penanggung jawab lapangan, pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak pernah direspons. Hal ini menimbulkan kesan seolah perusahaan tidak menghormati proses kontrol publik dan merasa kebal hukum.

Melihat sejumlah temuan dan dugaan penyimpangan tersebut, masyarakat mendesak aparat penegak hukum mulai dari Kejaksaan Tinggi Riau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga instansi pemerintah terkait untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Dinas PUPR Provinsi Riau sebagai pihak yang membidangi program tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap kualitas jembatan yang baru berusia beberapa bulan namun sudah mengalami kerusakan perlu segera dilakukan sebelum menimbulkan potensi kecelakaan bagi masyarakat pengguna jalan.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya transparansi, integritas, dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, terlebih ketika menggunakan dana publik dalam jumlah besar. Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas agar proyek yang seharusnya bermanfaat tidak justru menjadi sumber kerugian negara.

(TIM)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 
Kiandarat Darat Optimistis Pertahankan Gelar di Musabaqah Tilawatil Qur’an
Pelaksanaan MTQ Ke-XII SBT Dinilai Minim Persiapan hingga Kehilangan Nilai Syiar dan Dampak Ekonomi
Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV
Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku
Catatkan Performa Positif Q1 2026, Laba Bersih HKA Melampaui Target Hingga 184%
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:59 WIB

Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 

Minggu, 19 April 2026 - 07:49 WIB

Kiandarat Darat Optimistis Pertahankan Gelar di Musabaqah Tilawatil Qur’an

Minggu, 19 April 2026 - 07:41 WIB

Pelaksanaan MTQ Ke-XII SBT Dinilai Minim Persiapan hingga Kehilangan Nilai Syiar dan Dampak Ekonomi

Minggu, 19 April 2026 - 02:13 WIB

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku

Berita Terbaru