Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pengendalian Inflasi dan Metode Gasing di Papua Barat Daya

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong Papua Barat Daya–
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah dan penerapan metode Gasing (Gerak Cepat, Aksi Nyata, Sinergi) dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya (PBD). Pesan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Percepatan Program Quick Wins yang digelar di Rylist Panorama, Kota Sorong, Kamis (6/11/2025).

Acara yang dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, serta seluruh bupati dan wali kota se-PBD, menjadi forum strategis dalam membahas capaian dan tantangan pemerintahan daerah pasca-pemekaran provinsi baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Wamendagri Ribka Haluk menyoroti inflasi yang masih menjadi ancaman nasional, termasuk di Papua Barat Daya. Ia meminta seluruh kepala daerah agar tidak hanya menunggu instruksi dari pusat, tetapi aktif menggerakkan potensi lokal untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

READ  Polda Papua Barat Daya Ungkap Dugaan Korupsi Inspektorat PBD, Kerugian Negara Capai Rp2 Miliar

“Kita harus keluar dari stigma daerah tertinggal. Pemerintah daerah harus berani bergerak cepat, menggunakan metode Gasing—Gerak Cepat, Aksi Nyata, Sinergi—untuk menekan inflasi dan menumbuhkan ekonomi rakyat,” tegas Ribka Haluk.

Ribka juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pusat dalam memulihkan ekonomi pascapandemi dan mempercepat realisasi program prioritas, termasuk pendidikan gratis, bantuan UMKM, dan pelayanan kesehatan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

Menurutnya, semangat kerja daerah tidak boleh padam hanya karena keterbatasan fiskal. Ia meminta pemerintah daerah memaksimalkan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan mendorong peran koperasi lokal.

“Jangan hanya bergantung pada transfer pusat. Daerah harus bisa berinovasi, berdaya, dan berdaulat secara ekonomi,” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34 WIB

RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen

Senin, 1 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Berita Terbaru