Mencuat, Dugaan Manipulasi Tanda Tangan Warnai Surat Mosi Tidak Percaya di Desa Babakanjaya

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi — Suasana pemerintahan Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda kabupaten sukabumi, tengah dihebohkan dengan mencuatnya isu mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Desa (Pemdes). Namun, di balik kemunculan surat mosi tersebut, muncul dugaan serius adanya manipulasi tanda tangan sejumlah warga yang tercantum di dalamnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SUARARAKYAT.info, sejumlah warga yang namanya tertera dalam surat mosi tersebut mengaku tidak pernah menandatangani atau bahkan mengetahui adanya pernyataan mosi tidak percaya terhadap kepala desa.

“Iya, saya tidak tahu apa-apa. Tidak ada yang datang ke rumah untuk meminta tanda tangan surat mosi. Dulu memang ada yang datang sekitar tiga bulan lalu membawa selembaran kertas kosong, katanya untuk urusan mendapatkan kembali bantuan program BLT, jadi saya tanda tangan saja,” ujar salah satu warga RT 01 RW 03 saat ditemui awak media, Selasa (21/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan serupa juga disampaikan beberapa warga lainnya. Mereka mengaku kaget ketika mengetahui nama dan tanda tangan mereka tercantum dalam dokumen mosi tidak percaya tersebut. “Saya tidak pernah menandatangani surat apapun, tapi nama saya ada di situ. Ini jelas mencurigakan,” ucap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Desa Babakanjaya, E. Beno, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi warga yang membawa surat mosi tidak percaya pada tanggal (19/10/2025). Namun, dirinya menegaskan bahwa pada hari tersebut ia sedang menjalankan tugas di luar desa.

“Benar, saya dapat laporan ada aksi dan surat mosi tidak percaya. Tapi saya tidak bisa hadir karena sedang ada tugas di luar. Kalau soal mosi, itu hak masyarakat, namun tentu harus dibuktikan dulu kebenarannya sesuai fakta di lapangan,” jelas Kades Beno.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak desa sudah melakukan konfirmasi langsung kepada beberapa warga yang namanya tercantum di surat tersebut. Hasilnya, sebagian besar warga menyatakan tidak pernah memberikan tanda tangan ataupun mengetahui isi dari surat itu.

READ  Ketua TP PKK Desa Pasawahan Menutup Pelatihan Kader ILP

“Bahkan beberapa warga datang langsung ke kantor desa untuk menyampaikan keberatan. Mereka bilang tidak pernah menandatangani surat apapun dan tidak tahu menahu soal mosi itu,” ujarnya.

Kepala Desa menegaskan bahwa Pemdes Babakanjaya akan menelusuri lebih jauh asal usul dan siapa pihak yang menyusun serta menyebarkan surat tersebut. Ia juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya berharap masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar. Kalau memang ada aspirasi, mari disampaikan dengan cara yang baik, bukan dengan fitnah atau manipulasi tanda tangan,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat berharap persoalan ini segera diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah warga. Mereka menilai, jika benar terdapat unsur pemalsuan tanda tangan, maka hal itu harus diproses secara hukum.

“Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan. Ini bukan hal kecil, karena menyangkut nama baik warga dan pemerintah desa,” ungkap salah satu tokoh warga.

Kasus dugaan manipulasi tanda tangan dalam surat mosi tidak percaya ini kini tengah menjadi perbincangan hangat di Babakanjaya. Warga menunggu langkah tegas dari pihak pemerintah desa maupun aparat hukum untuk menelusuri aktor di balik munculnya surat kontroversial tersebut.

Catatan Redaksi:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat
Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah
Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata
Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor
Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini
Pembangunan Jalan Desa Rampung, Pemdes Margaluyu Prioritaskan Infrastruktur dan Irigasi
Transaksi Kayu Rp80 Juta Tak Kunjung Tuntas, Nama Kades Serapung Terseret, Publik Menuntut Kejelasan, Klarifikasi Masih Buntu
Sekdes Cidahu Bantah Warganya Buang Sampah ke Jembatan Cikalong, Klaim Sudah Ada Pengangkutan Rutin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 03:02 WIB

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat

Kamis, 16 April 2026 - 12:28 WIB

Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 04:31 WIB

Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 12:30 WIB

Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor

Kamis, 9 April 2026 - 07:43 WIB

Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini

Berita Terbaru

Berita Daerah

GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WIB

Berita Daerah

Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen

Selasa, 21 Apr 2026 - 04:34 WIB