Menu Makanan Bergizi di MI Babakanpari Disorot: Wali Murid Keluhkan Nasi dan Sayur Bau untuk Siswa Kelas 1

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukabumi – Program makanan bergizi yang seharusnya menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah justru menimbulkan kekecewaan di MI Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, menu yang disajikan untuk siswa kelas 1 pada Senin, (20/1/2025), diduga tidak layak konsumsi.

Menurut pengakuan salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, makanan yang diberikan kepada anak-anak pagi ini terdiri dari nasi, sayur kol dan wortel yang diduga penyajiannya belum matang, kerupuk, tempe, serta suwiran daging ayam yang berbau tidak sedap.

“iya itu anak saya sendiri yang sekolah di MI,tadi pagi dapat makan MBG cuma memang tidak di makan di sekolah,anak saya langsung membawanya pulang kerumah,pas anak saya mau makan itu tercium bau, dan sayuran pun terlihat masih belum matang saat disajikan,khawatir akan terjadi sesuatu makanan tersebut saya kasihkan ke ayam, dan Ini (menurutnya-red) diduga bukan makanan bergizi untuk anak-anak,” tegas wali murid tersebut dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai bahwa pihak sekolah maupun penyedia makanan (MBG) diduga telah lalai memperhatikan standar kebersihan dan kelayakan pangan bagi siswa. Terlebih lagi, anak-anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 1, membutuhkan asupan bergizi dan makanan yang layak untuk mendukung pertumbuhan mereka.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah. Namun, kepala sekolah MI Babakanpari tidak berada di tempat. hanya Guru pengajar, Pak Japar, yang sempat ditemui di lokasi membenarkan bahwa menu makanan hari ini memang seperti yang ditunjukan

“Iya, memang betul menu hari ini seperti itu. Tapi kalau soal rasa dari masakannya seperti apa, kami tidak tahu. Kami hanya menerima makanan dari pihak MBG yang mengantarkan langsung ke sekolah,” jelas Japar saat du wawancara di ruang kantor sekolah MI Babakanpari

READ  Puluhan Siswa SD di Tembilahan Diduga Keracunan Makanan Program Bergizi Gratis

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai asal-usul penyedia makanan bergizi (MBG) tersebut, Japar mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana dapur pengolahannya berasal.

“Kalau dari dapur mana, saya tidak tahu. Mungkin kepala sekolah yang lebih paham. Tapi saya pernah dengar dapurnya ada di sekitar wilayah legos Cicurug,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan,pihak yayasan atau dapur SPPG dan pihak kepala sekolah MI Babakanpari belum dapat dimintai keterangan resmi terkait kualitas makanan bergizi yang dikirim ke sekolah. Sementara itu, orang tua berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah, terutama dalam aspek kebersihan, kandungan gizi, dan standar kelayakan konsumsi.

Program Makanan Bergizi (MBG) sejatinya bertujuan mulia, yaitu memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan yang sehat dan bergizi setiap harinya. Namun, jika pelaksanaannya justru mengabaikan kualitas dan keamanan makanan, maka tujuan tersebut bisa berubah menjadi bumerang yang merugikan kesehatan anak-anak.

Dugaan Kasus di MI Babakanpari ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan pihak pengawas agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap pihak ketiga yang terlibat dalam pengadaan makanan bergizi untuk sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Catatan Redaksi:

Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru