Kemendes PDTT Yandri Susanto Apresiasi 15 Desa Berkinerja Baik dalam Upaya Penurunan Stunting: Komitmen Nyata Membangun Generasi Sehat dan Berkualitas

- Penulis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 15 desa berkinerja baik dalam konvergensi percepatan penurunan stunting di berbagai daerah di Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan dan kerja keras pemerintah desa dalam membangun generasi sehat, kuat, dan bebas dari ancaman stunting yang selama ini menjadi salah satu tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh kepala desa beserta perangkat desa yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan program-program pencegahan stunting di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan desa-desa tersebut tidak hanya menjadi capaian administratif semata, tetapi juga merupakan bentuk komitmen nyata terhadap masa depan bangsa.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah masa depan anak-anak kita. Karena itu, desa memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Saya mengapresiasi kerja keras para kepala desa, kader posyandu, bidan desa, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujar Yandri dalam arahannya.kamis (9/10/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program konvergensi penurunan stunting yang digalakkan oleh Kemendes PDTT menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah desa, dinas kesehatan, tenaga pendamping profesional, serta masyarakat. Pendekatan konvergensi ini memastikan setiap intervensi mulai dari aspek gizi ibu hamil, perawatan balita, hingga sanitasi dan ketahanan pangan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi, 15 desa yang meraih penghargaan tersebut dinilai berhasil menurunkan angka stunting melalui program inovatif berbasis partisipasi masyarakat. Beberapa desa mengembangkan kebun gizi keluarga, bank ASI desa, serta pola makan sehat lokal berbasis pangan bergizi. Inovasi-inovasi tersebut terbukti memperkuat ketahanan gizi dan kesehatan anak-anak di wilayah pedesaan.

READ  Papua Barat Daya Genjot Ekspor Lewat Sosialisasi SKA: Akses Global Kini Lebih Dekat

Yandri menegaskan, keberhasilan desa dalam mengatasi stunting tidak akan terwujud tanpa kepemimpinan kepala desa yang memiliki komitmen kuat serta partisipasi aktif masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan Dana Desa yang tepat sasaran untuk kegiatan prioritas bidang kesehatan dan gizi.

“Dana Desa bukan hanya untuk infrastruktur, tetapi juga untuk investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia. Jika kita mampu menekan angka stunting, maka kita sedang menanam investasi bagi masa depan Indonesia,” tegas Yandri.

Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi ribuan desa lainnya di seluruh Indonesia agar terus berinovasi dan memperkuat kerja sama dalam percepatan penurunan stunting. Kemendes PDTT berkomitmen untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas kepada seluruh pemerintah desa, terutama dalam perencanaan pembangunan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah pusat akan terus hadir untuk mendukung langkah-langkah konkret di tingkat desa. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang tumbuh dengan keterbatasan akibat stunting. Ini adalah perjuangan kemanusiaan, perjuangan untuk masa depan bangsa,” tambah Yandri

Melalui apresiasi ini, Kemendes PDTT menegaskan kembali bahwa desa merupakan garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Upaya penurunan stunting menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen berkelanjutan, 15 desa penerima penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi di wilayah lain. Harapannya, seluruh desa di Indonesia dapat bertransformasi menjadi desa sehat, mandiri, dan berdaya.

“Selamat kepada seluruh desa penerima penghargaan. Teruslah berinovasi dan berjuang demi generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tutup Mendes PDTT Yandri Susanto dengan penuh optimisme.

(Swd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34 WIB

RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen

Senin, 1 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Berita Terbaru