Papua Barat Daya Genjot Ekspor Lewat Sosialisasi SKA: Akses Global Kini Lebih Dekat

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong Papua Barat Daya — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor ekspor. Kamis (25/9/2025)

Hal ini ditunjukkan dengan dibukanya kegiatan Sosialisasi Surat Keterangan Asal (SKA) oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), George Yarangga, mewakili Gubernur PBD, Elisa Kambu,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara strategis ini menggandeng langsung Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, yang menghadirkan narasumber-narasumber ahli guna memperluas pemahaman pelaku usaha di Papua Barat Daya terhadap pentingnya dokumen SKA dalam perdagangan internasional.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Ditjen Perdagangan Luar Negeri, atas perhatian dan dukungan nyata melalui kehadiran para narasumber hari ini,” ujar George Yarangga saat membuka acara.

Dalam sambutannya, George Yarangga menegaskan bahwa SKA (Surat Keterangan Asal) bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen vital yang menentukan apakah suatu produk ekspor Indonesia, khususnya dari Papua Barat Daya, dapat memperoleh preferensi tarif di negara tujuan. Tanpa SKA, produk ekspor Indonesia akan menghadapi beban tarif lebih tinggi, dan pada akhirnya sulit bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penerapan sistem e-SKA yang telah dikembangkan Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari digitalisasi layanan ekspor. Sistem ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga mendorong transparansi, efisiensi, serta meminimalisir praktik penyimpangan.

“Dengan e-SKA, pelaku usaha dari Sorong, Raja Ampat, Maybrat, Tambrauw, dan daerah lainnya kini bisa mengakses layanan ekspor secara lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

George juga menekankan bahwa Papua Barat Daya sebagai provinsi baru memiliki potensi ekonomi ekspor yang luar biasa. Mulai dari sektor perikanan (tuna, cakalang, udang, rumput laut), perkebunan (pala, kakao, kelapa), hingga hasil hutan dan industri kreatif lokal, semuanya punya peluang besar untuk masuk pasar internasional. Namun, semua itu butuh kesiapan administrasi dan pemahaman mendalam mengenai tata cara ekspor.

“Kegiatan ini adalah upaya nyata kami untuk membawa pelaku usaha lokal naik kelas, dari produsen menjadi eksportir yang tangguh dan kompetitif,” tambahnya.

READ  Bupati Asep Japar Secara Resmi Buka Konferensi PGRI Kabupaten Sukabumi. Ini Kata Asjap

Peran Strategis Pemerintah Daerah,
George Yarangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah dan akan terus berperan aktif dalam membangun ekosistem ekspor yang kondusif, dengan cara:
– Meningkatkan literasi ekspor melalui sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan.
– Mendorong pemanfaatan digitalisasi layanan ekspor (e-SKA).
– Memfasilitasi koneksi pelaku usaha dengan pasar global melalui pameran, misi dagang, dan kemitraan internasional.
– Menjamin sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat.

“Papua Barat Daya tidak boleh hanya jadi lumbung sumber daya. Kita harus jadi aktor utama perdagangan internasional dari Indonesia Timur,” tegasnya.

Lanjut Winarsih, Kepala Bidang Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, menyoroti urgensi agar SKA dapat segera diterbitkan langsung di tingkat provinsi, bukan lagi di Kabupaten Sorong seperti selama ini.

“Selama ini pengusaha bingung ke mana harus mengurus SKA. Harapan kami, SKA bisa segera diterbitkan dari provinsi agar aksesnya lebih dekat dan proses ekspor lebih mudah,” ujar Winarsih.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini baru 4 perusahaan di Papua Barat Daya yang tercatat secara aktif melakukan ekspor. Sementara 12 lainnya masih tercatat di daerah lain, dan ada sekitar 16 pelaku usaha yang berpotensi menjadi eksportir, termasuk di sektor skala kecil.

“Kita ingin membuka wawasan bahwa ekspor tak harus skala besar. Bahkan produk dalam jumlah kecil pun sudah bisa dikategorikan ekspor. Ini yang ingin kami dorong,” tambahnya.

Sebagai penutup, George Yarangga mengajak seluruh peserta untuk benar-benar memanfaatkan forum sosialisasi SKA ini sebagai ruang belajar, diskusi, dan menggali pengalaman, agar pelaku usaha Papua Barat Daya tidak kalah bersaing hanya karena keterbatasan informasi.

“Dengan semangat inovasi, pengetahuan yang cukup, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah, saya percaya pelaku usaha Papua Barat Daya mampu menghadirkan produk unggulan di pasar global,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Papua Barat Daya dalam menciptakan lompatan besar di sektor perdagangan luar negeri. Dari sebuah provinsi baru menjadi kekuatan baru ekspor Indonesia di kawasan timur.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027
Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik
Pemcam Sukalarang Hijaukan Wilayah Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Penanaman Pohon Serentak
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 02:56 WIB

Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:51 WIB

Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:09 WIB

Pemcam Sukalarang Hijaukan Wilayah Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Penanaman Pohon Serentak

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:22 WIB

Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

Berita Terbaru