SUARARAKYAT.info|| Siak, Riau – Malam di sepanjang kawasan KM 10, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kini terasa semakin mencekam. Lampu jalan yang seharusnya menjadi penerang dan pelindung bagi pengguna jalan serta warga sekitar, sudah lama tidak berfungsi. Gelap total yang menyelimuti area tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh penerangan jalan di sepanjang jalur utama KM 10 padam. Kondisi serupa juga terlihat di area trotoar yang biasanya ramai dilalui pejalan kaki pada sore dan malam hari. Akibatnya, para pengguna jalan, baik pengendara kendaraan roda dua maupun empat, harus ekstra hati-hati saat melintas di malam hari karena jarak pandang yang sangat terbatas.
Beberapa warga sekitar mengaku resah dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan. “Sudah beberapa minggu lampu jalan di sini mati semua. Kalau malam gelapnya bukan main, banyak warga yang takut keluar rumah,” ungkap Rizal, salah seorang warga setempat, Senin (6/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizal juga menambahkan bahwa kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kadang ada anak muda yang kebut-kebutan, bahkan ada laporan motor hilang di sekitar sini. Kalau terus dibiarkan, bisa bahaya,” tambahnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) terbukti sering menjadi faktor pemicu kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminalitas seperti pencurian dan perampasan. Beberapa pedagang kecil di sekitar kawasan tersebut pun merasakan dampak langsung.
“Sebelumnya saya biasa buka sampai jam 10 malam. Sekarang jam 8 saja sudah sepi pembeli, karena orang takut lewat. Tempat ini gelap banget,” ujar Siti, pedagang makanan di kawasan tersebut.
Kondisi trotoar yang tidak mendapat pencahayaan memadai juga menjadi persoalan serius bagi pejalan kaki. Beberapa ruas jalan terlihat rusak dan tidak rata, sehingga sangat berisiko bagi warga yang melintas pada malam hari. “Kalau tidak hati-hati bisa terperosok, apalagi kalau hujan,” kata seorang warga lainnya.
Masyarakat berharap agar pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Siak atau UPTD PJU segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin terhadap lampu jalan yang padam. Pasalnya, penerangan bukan hanya fasilitas pendukung, tetapi juga bagian penting dari pelayanan publik yang menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Selain sebagai faktor keselamatan, penerangan jalan juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal di malam hari. Kawasan yang terang biasanya lebih hidup dengan aktivitas warga dan pedagang. Sebaliknya, kegelapan justru mematikan suasana ekonomi dan menghambat perputaran usaha kecil.
Warga berharap kondisi ini tidak diabaikan terlalu lama. “Kami tidak butuh janji, cukup lampu dihidupkan kembali supaya aman. Ini kebutuhan dasar,” tegas Rizal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah mengenai penyebab padamnya lampu jalan di kawasan tersebut. Namun warga berharap, langkah cepat dan nyata segera diambil agar suasana gelap di KM 10 Tualang tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar.
(Angga Fadli)














