Gelap Gulita di KM 10 Tualang: Lampu Jalan Padam, Warga Khawatirkan Keamanan dan Aktivitas Ekonomi Terganggu

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Siak, Riau – Malam di sepanjang kawasan KM 10, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kini terasa semakin mencekam. Lampu jalan yang seharusnya menjadi penerang dan pelindung bagi pengguna jalan serta warga sekitar, sudah lama tidak berfungsi. Gelap total yang menyelimuti area tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh penerangan jalan di sepanjang jalur utama KM 10 padam. Kondisi serupa juga terlihat di area trotoar yang biasanya ramai dilalui pejalan kaki pada sore dan malam hari. Akibatnya, para pengguna jalan, baik pengendara kendaraan roda dua maupun empat, harus ekstra hati-hati saat melintas di malam hari karena jarak pandang yang sangat terbatas.

Beberapa warga sekitar mengaku resah dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan. “Sudah beberapa minggu lampu jalan di sini mati semua. Kalau malam gelapnya bukan main, banyak warga yang takut keluar rumah,” ungkap Rizal, salah seorang warga setempat, Senin (6/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizal juga menambahkan bahwa kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kadang ada anak muda yang kebut-kebutan, bahkan ada laporan motor hilang di sekitar sini. Kalau terus dibiarkan, bisa bahaya,” tambahnya.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) terbukti sering menjadi faktor pemicu kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminalitas seperti pencurian dan perampasan. Beberapa pedagang kecil di sekitar kawasan tersebut pun merasakan dampak langsung.

“Sebelumnya saya biasa buka sampai jam 10 malam. Sekarang jam 8 saja sudah sepi pembeli, karena orang takut lewat. Tempat ini gelap banget,” ujar Siti, pedagang makanan di kawasan tersebut.

READ  Ahli Waris Klarifikasi Dan Luruskan Pernyataan Kades Tanjung Soal Sengketa Tanah Makam

Kondisi trotoar yang tidak mendapat pencahayaan memadai juga menjadi persoalan serius bagi pejalan kaki. Beberapa ruas jalan terlihat rusak dan tidak rata, sehingga sangat berisiko bagi warga yang melintas pada malam hari. “Kalau tidak hati-hati bisa terperosok, apalagi kalau hujan,” kata seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap agar pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Siak atau UPTD PJU segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin terhadap lampu jalan yang padam. Pasalnya, penerangan bukan hanya fasilitas pendukung, tetapi juga bagian penting dari pelayanan publik yang menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain sebagai faktor keselamatan, penerangan jalan juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal di malam hari. Kawasan yang terang biasanya lebih hidup dengan aktivitas warga dan pedagang. Sebaliknya, kegelapan justru mematikan suasana ekonomi dan menghambat perputaran usaha kecil.

Warga berharap kondisi ini tidak diabaikan terlalu lama. “Kami tidak butuh janji, cukup lampu dihidupkan kembali supaya aman. Ini kebutuhan dasar,” tegas Rizal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah mengenai penyebab padamnya lampu jalan di kawasan tersebut. Namun warga berharap, langkah cepat dan nyata segera diambil agar suasana gelap di KM 10 Tualang tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar.

(Angga Fadli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:32 WIB

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WIB

Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:14 WIB

DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:48 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:19 WIB

Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan

Berita Terbaru