SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), serta Balita Non-PAUD (B3) yang dijalankan di Kabupaten Sukabumi kini menjadi perhatian masyarakat. Program yang bertujuan meningkatkan gizi keluarga ini dilaksanakan melalui SPPG Rinjani yang berlokasi di Jalan Pasir Banteng, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung. Namun, dalam pelaksanaannya, muncul sejumlah sorotan terkait menu dan teknis di lapangan.
Ihwan Taruna, selaku Kepala KSPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Resolusi Indonesia dan bermitra dengan CV Rinjani, memberikan klarifikasi atas isu-isu yang berkembang. Menurutnya, standar merek produk yang direkomendasikan Badan Gizi Nasional (BGN) terlalu sulit dipenuhi di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menggunakan produk yang lebih mudah didapatkan di pasaran.
“Porsi makan bergizi bagi balita dari usia bayi hingga 5 tahun kami sediakan dalam dua kategori. Porsi kecil dihargai Rp 8.000, sedangkan porsi besar Rp 10.000. Sementara secara keseluruhan, pembayaran dari BGN kepada kami sebesar Rp 15.500 per paket, itu sudah termasuk biaya operasional,” ungkap Ihwan saat ditemui diruang desa gerbi pada Rabu (24/9/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Ihwan juga menyinggung soal tenaga ahli gizi yang turut serta dalam program ini. Ia menyebut bahwa seorang ahli gizi yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jawa Timur turut membantu dalam penyusunan menu, meski dirinya mengaku belum pernah menanyakan secara detail soal sertifikat maupun lisensi resmi dari tenaga ahli tersebut.
Kendati demikian, Ihwan menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan program sesuai tujuan awal, yakni memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa kritik dan sorotan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi agar program bisa lebih tepat sasaran.
“Program ini bukan semata-mata soal teknis distribusi, tapi tentang bagaimana kita bisa menjaga kualitas gizi bagi masyarakat yang memang membutuhkan. Tentu kami menyadari masih ada kekurangan, dan itu akan kami benahi ke depan,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) B3 di Sukabumi sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini. Namun, dengan adanya sorotan terhadap menu, standar produk, hingga keterlibatan tenaga ahli, publik berharap agar ke depan program ini bisa berjalan lebih transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kelompok sasaran.
(Tim)














