Bantuan Pembibitan Domba Rp 93 Juta di Poktan Maju 1 Gegerbitung Diduga Diselewengkan, Sebagian Domba Dijual Ketua Kelompok

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Program bantuan pembibitan domba yang digelontorkan pemerintah untuk Kelompok Tani (Poktan) Maju 1, yang berlokasi di Kampung Angka Beirit RT 03 RW 01 Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan. Pasalnya, dari anggaran sebesar Rp 93 juta pada Desember 2024 lalu, sebagian domba bantuan diduga kuat telah dijual oleh oknum ketua kelompok.

Informasi awal diperoleh dari narasumber yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut bahwa domba-domba bantuan yang seharusnya digunakan untuk pembibitan dan pengembangan kelompok, justru tidak semuanya ada di kandang. “Sebagian domba ada yang dijual oleh ketua poktan,” ungkapnya singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim investigasi SUARARAKYAT kemudian turun langsung ke lapangan untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Ketua Poktan Maju 1, Suryadi, saat ditemui di rumahnya pada Selasa (23/9/2025), awalnya berkilah. Ia mengaku tidak mengetahui detail proses pembelian domba, termasuk darimana bibit tersebut diperoleh. “Saya hanya menerima 24 ekor dari anggaran Rp 93 juta itu. Sekarang yang tersisa tinggal 17 ekor karena sebagian mati,” katanya.

Namun, keterangan itu segera diragukan. Saat tim melakukan pengecekan langsung ke kandang, jumlah domba yang ada ternyata tidak sesuai. Alih-alih 17 ekor seperti yang diakui Suryadi, di kandang hanya ditemukan 12 ekor domba dewasa dan satu ekor anak domba. Totalnya hanya 13 ekor.

Didesak dengan pertanyaan berulang, akhirnya Suryadi pun mengakui bahwa memang ada sebagian domba yang dijual. “Iya, mohon maaf Pak, memang sebagian saya jual. Alasannya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya mencari rumput. Sementara yang mati sudah dibuatkan berita acaranya,” ucapnya.

READ  Membahayakan Pengguna Jalan, Lubang di Jalur Provinsi Cibadak–Pelabuhan Ratu , Warga Berharap ada Perbaikan Total

Akan tetapi, berita acara yang ditunjukkan justru menimbulkan kejanggalan baru. Dokumen itu tercatat menyebut bahwa domba-domba mati akibat penyakit belatung di kepala. Namun, tanda tangan dokter hewan yang seharusnya tertera pada berita acara tersebut justru diragukan keabsahannya. Tim wartawan yang memeriksa dokumen itu menemukan indikasi adanya pemalsuan atau setidaknya ketidakjelasan dalam legalitas laporan tersebut.

 

Kasus ini jelas memperlihatkan adanya dugaan penyalahgunaan bantuan pemerintah untuk kepentingan pribadi. Seharusnya, dana Rp 93 juta yang dikucurkan dapat menjadi modal penting bagi kelompok tani untuk mengembangkan pembibitan domba di wilayah Gegerbitung. Namun kenyataannya, program itu justru berakhir dengan hilangnya sejumlah ekor domba tanpa kejelasan, serta pengakuan terang-terangan dari ketua poktan bahwa ia menjual sebagian dari bantuan tersebut.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar bagaimana mekanisme pengawasan dari dinas terkait? Apakah ada audit yang memastikan bantuan benar-benar sampai dan dikelola sesuai tujuan? Atau justru praktik manipulasi semacam ini dibiarkan berlarut-larut tanpa tindak lanjut?

Kasus di Poktan Maju 1 Gegerbitung menjadi cermin betapa lemahnya pengelolaan dan pengawasan program bantuan ternak di tingkat desa. Jika tidak segera diusut tuntas, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus terjadi, merugikan rakyat sekaligus mencoreng tujuan mulia program pemberdayaan petani dan peternak kecil.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru