SUARARAKYAT.info|| Sukabumi-Kondisi Jalan Provinsi Cibadak–Pelabuhan Ratu kembali menjadi sorotan publik. Di tengah gencarnya Gubernur Jawa Barat KDM menggaungkan pembangunan infrastruktur, dilapangan masih ada jalan jalan yang . Tepatnya di wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, sejumlah titik jalan mengalami kerusakan dengan lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan seperti sekarang.
Berdasarkan pantauan visual di lokasi, lubang-lubang menganga tampak dipenuhi genangan air, membuat kondisi jalan semakin licin dan sulit diprediksi oleh pengendara. Di malam hari, situasi kian berbahaya karena minimnya penerangan. Jalan hanya disinari oleh lampu-lampu seadanya dari rumah warga, sementara penerangan jalan umum tidak memadai.
Salah satu warga setempat, Jajang (65), mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukan peristiwa baru. Menurutnya, selama bertahun-tahun jalan tersebut hanya menerima perbaikan tambal sulam tanpa penanganan struktural yang menyeluruh.
“Dari dulu sama saja. Yang saya tau di titik ini Cuma ditambal, itu pun sebentar rusak lagi. Apalagi sekarang musim hujan, makin banyak yang bolong. Kami khawatir kalau ada yang jatuh, soalnya malam juga gelap. Lampu jalan nggak ada, cuma lampu warga yang nyorot,” ujar Jajang Sabtu (15/11/2025)
Mereka menilai bahwa jalan yang merupakan akses vital menuju kawasan ekonomi dan wisata Pelabuhan Ratu seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan ini juga berdampak besar bagi aktivitas ekonomi warga. Pengemudi ojek, supir angkutan, serta pedagang mengaku sering terlambat karena harus memperlambat laju kendaraan demi menghindari lubang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas pejerjaan umum kabupaten sukabumi dan Bina Marga Provinsi Jawa Barat terkait rencana perbaikan menyeluruh di jalur Cibadak–Pelabuhan Ratu, khususnya di wilayah Bantargadung yang mengalami kerusakan paling parah.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban, terutama mengingat tingginya intensitas hujan yang memperburuk kondisi jalan.
CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Hs)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














