SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Semangat meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi kembali terlihat dengan terealisasinya bantuan Bibit Padi Unggul Varietas Inpago 13 Fortiz kepada para petani. Kali ini, Kelompok Tani Giri Mulya menjadi salah satu penerima manfaat, dengan langsung menyalurkan bantuan tersebut kepada anggotanya.
Penyaluran bibit unggul itu dilakukan di rumah Ketua Kelompok Tani Giri Mulya, yang akrab disapa Kang Iim, dan disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda. Momen ini bukan hanya sekadar pembagian bibit, melainkan juga menjadi bentuk kebersamaan antara petani, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam mendorong kemandirian pangan.Minggu (20/9/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kang Iim menyampaikan terima kasih kepada Staff Bagian Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala BPP Kecamatan Cikembar, Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) Desa Bojongkembar, serta Pemerintah Desa Bojongkembar yang telah membantu merealisasikan bantuan tersebut.
“Semoga bantuan Bibit Padi Unggul Varietas Inpago 13 Fortiz ini bisa benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Harapannya, hasil panen bisa meningkat sehingga mampu menambah kesejahteraan anggota kelompok tani Giri Mulya,” ujar Kang Iim penuh optimisme.
Sementara itu, Susi Astuti, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Bojongkembar, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan membina para petani. Menurutnya, pendampingan menjadi hal penting agar para penerima manfaat bisa mengelola bibit unggul dengan tepat sehingga hasilnya sesuai harapan.
“Kami dari PPL akan selalu siap membimbing petani, terutama anggota kelompok tani Giri Mulya yang menerima bantuan Inpago 13 Fortiz ini. Dengan perawatan dan pengelolaan yang baik, hasil panen bisa lebih maksimal,” ungkap Susi Astuti.
Distribusi bibit unggul ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal. Varietas Inpago 13 Fortiz dikenal memiliki kualitas unggul, tahan terhadap hama tertentu, serta berpotensi meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Melalui sinergi antara kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan dinas terkait, diharapkan ke depan petani di Sukabumi dapat lebih sejahtera, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Acara pembagian bibit yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong antara petani dan pemerintah masih terjaga dengan baik, serta menjadi dorongan semangat bagi para petani untuk terus berproduksi dan berdaya saing.
(Iim K)














