Diskusi Kebangsaan di Gedung Juang 45: Ompung Sumihar Br Manurung Curhat Kasus Pemerasan Modus “Sambo”

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Sebuah forum diskusi kebangsaan dan bela negara bertajuk Bedah Kasus-Kasus Krusial Bangsa digelar meriah di Teras Gedung Juang 45, Cikini, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan berbagai tokoh nasional, aktivis, jurnalis senior, praktisi hukum, hingga relawan muda yang berkomitmen memperjuangkan nilai keadilan dan semangat Pancasila.selasa (16/9/2025)

Hadir dalam acara tersebut antara lain Dr. Bernard BBBBI Siagian SH., Makp (Ketua DPP GAKORPAN), Dr. Kristanto Manullang SH., MH (Praktisi Hukum LBH Pers Presisi Polri), Agip Supendi SH., MH (Wakil Ketua Gerakan Solidaritas Nasional Suara Rakyat untuk Keadilan), Rusman Pinem SSos (Ketua Rumah Besar Relawan RPG 08), serta Bunda Tiur Simamora Sipending Emas (Ketua Srikandi PPWI & LMNRRI RB RPG 08). Forum juga diramaikan para aktivis perempuan seperti Debby Grace Siagian dan Anggun Sianturi, relawan mahasiswa FH UKI, serta pejuang antikorupsi yang menyebut dirinya Sarjana Pancasila.

Selain itu, forum ini terasa istimewa dengan kehadiran tokoh gaek berusia lanjut, Ompung Ny. Sumihar Br Manurung (80), yang merupakan Srikandi Exponen 66 sekaligus wartawan senior media Suluh Keadilan pada era gerakan mahasiswa 1966. Kehadiran beliau membawa nostalgia sejarah perjuangan Tritura—tuntutan rakyat untuk membubarkan PKI, menurunkan harga, dan melawan korupsi di era Orde Lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah Pilu Ompung Sumihar: Jadi Korban Pemerasan Modus “Sambo”

Dalam sesi diskusi terbuka, Ompung Sumihar dengan suara bergetar menceritakan pengalaman pahit yang baru-baru ini dialaminya. Ia menjadi korban dugaan pemerasan, perampasan, dan penipuan berkedok aparat serta oknum bea cukai yang menggunakan nama besar “Sambo” untuk menakut-nakuti.

Kisah bermula ketika pada 8 Mei 2025, Ompung Sumihar menerima kabar bahwa sebuah paket box berisi uang tunai sebesar USD 500 gaji sekaligus uang pensiun milik saudaranya yang bekerja di Amerika sedang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Namun sejak awal, proses pengiriman paket tersebut penuh kejanggalan.

Sopir kurir yang disebut berinisial J mengaku mengalami kecelakaan lalu lintas di Purwakarta. Dengan alasan membutuhkan biaya pengobatan, sopir itu meminta uang bantuan hingga USD 1.200 yang dikirimkan bertahap oleh Ompung. Namun belakangan, paket tersebut justru disebut-sebut disita oknum bea cukai dan polisi.

Lebih ironis, sopir kurir J mengaku dirinya dianiaya, mulutnya berdarah, dan paketnya dibuka paksa. Setelah itu, muncullah kelompok yang mengaku dari jaringan “Sambo”, menekan Ompung Sumihar dengan ancaman dan teror agar membayar uang tebusan mulai USD 2.500 hingga USD 5.000.

Meski sudah mengirim sejumlah uang, baik paket maupun sopir tak pernah tiba di alamat tujuan. Bahkan Ompung mengaku terus diteror lewat ponsel, diminta lagi biaya tambahan dengan berbagai dalih.

READ  Danpusterad Tekankan Audit Kinerja Profesional di Jajaran Pusterad

“Saya sangat panik, sudah lelah dibikin proyek orang-orang ini. Uang harus pinjam koperasi berbunga-bunga. Box itu akhirnya dirampok, disandera, dan saya ditakut-takuti terus. Ini pengalaman pahit dalam hidup saya yang sudah tua dan sakit-sakitan,” ungkap Ompung dengan mata berkaca-kaca.

Ompung menambahkan bahwa ia sempat menghubungi pihak pengirim dari Amerika, Mr. Jay Cailstone, namun alih-alih mendapat kejelasan, justru semakin terjerat dalam bujuk rayu dan rekayasa oknum.

Seruan Keadilan untuk Presiden dan Kapolri

Dalam forum itu, Ompung Sumihar dengan penuh emosi memohon keadilan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar segera mengusut kasus ini. Ia meminta negara hadir melindungi rakyat kecil dari praktik pemerasan dan sindikat kriminal yang mencatut nama institusi Polri.

“Negara harus hadir di tengah keterpurukan rakyatnya. Mohon investigasi dan usut tuntas oknum-oknum yang mencatut nama polisi dan bea cukai. Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban,” tegas Ompung.

Para pembicara forum, termasuk praktisi hukum Dr. Kristanto Manullang, menegaskan bahwa praktik seperti ini bukan hanya kejahatan kriminal, tetapi juga mencoreng nama baik Polri. Jika dibiarkan, hal ini akan menurunkan kepercayaan publik dan merusak marwah institusi Bhayangkara.

Guru Anwar Syarif, Spd, Mpd, yang turut memberi ulasan penutup forum, menekankan bahwa kasus ini mencerminkan wajah buram aparat yang menyalahgunakan kewenangan.

“Institusi Polri sejati harus ditegakkan. Jangan sampai ulah segelintir oknum membuat rakyat kehilangan kepercayaan. Jika dibiarkan, bangsa ini bisa jatuh ke titik nadir,” ujarnya penuh api semangat.

Forum Jadi Pengingat Sejarah dan Peringatan Morpemerasa
Diskusi kebangsaan di Gedung Juang 45 itu tidak hanya membedah kasus Ompung Sumihar, tetapi juga menjadi momentum refleksi sejarah perjuangan bangsa. Dari nostalgia gerakan Exponen 66 hingga isu aktual penegakan hukum masa kini, semua dirangkum dalam satu napas: perjuangan melawan ketidakadilan.

Forum pun ditutup dengan seruan bersama untuk menjaga persatuan, melawan korupsi, dan menegakkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan bangsa. Para tokoh menegaskan bahwa keadilan harus hadir untuk setiap warga negara, termasuk mereka yang rentan dan sering menjadi korban pemerasan.

“Salam ASTA CITA, Presisi Polri menuju Indonesia Emas 2045, Macan Asia, Merdeka!” seruan itu menggema di ruang diskusi, meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus menyimpan luka batin seorang ibu tua bernama Ompung Sumihar Br Manurung, yang masih menanti hadirnya keadilan sejati di negeri tercinta.

(Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru