Mafia Solar di Tenayan Raya: Gudang Ilegal Beroperasi, Diduga Dikendalikan Seorang Bos Besar Bernama AS

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Pekanbaru– Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di Kota Pekanbaru. Kali ini, sorotan publik tertuju pada sebuah gudang mencurigakan di kawasan Kelurahan Mentangur, Kecamatan Tenayan Raya, tepatnya sekitar 20 meter dari ampang-ampang (portal) Kulim, arah masuk dari Jalan Budi Luhur menuju Kantor Camat Tenayan Raya.

Gudang tersebut diduga kuat menjadi pusat penimbunan solar skala besar yang dikendalikan oleh seorang pria bernama AS (Inisial) , dengan koordinator lapangan sekaligus pengaman lokasi bernama Asril, yang diketahui sebagai penjaga portal ampang-ampang.

Menurut informasi yang dihimpun dari narasumber terpercaya, aktivitas ilegal ini bukan hal baru. Gudang tersebut telah beroperasi sejak lama dan berjalan mulus tanpa hambatan berarti, meskipun sudah berkali-kali disorot oleh media. Fakta ini memunculkan dugaan kuat adanya “tameng” dari oknum tertentu agar praktik haram tersebut tetap aman dari jeratan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua jalannya diatur oleh Asril, dia yang mengondisikan kalau ada aparat atau wartawan datang. Jadi aman-aman saja selama ini,” ungkap narasumber kepada wartawan.Rabu (10/9/2025)

Modus operandi para pelaku terbilang rapi. BBM jenis solar bersubsidi dikumpulkan dari sejumlah SPBU di wilayah Tenayan Raya hingga beberapa SPBU di Kota Pekanbaru. Pengangkutan dilakukan menggunakan kendaraan roda empat, salah satunya mobil Cold Diesel dengan nomor polisi BM 9281 AT, yang sudah dimodifikasi menggunakan tangki tambahan.

Mobil-mobil ini bolak-balik mengangkut solar dari SPBU menuju gudang yang diklaim sebagai milik “big boss” AS. Tidak hanya satu unit, tetapi puluhan kendaraan diduga ikut terlibat dalam operasi distribusi ilegal tersebut.

READ  Kepala-Kepala Suku di PBD Serukan Perdamaian: “Jangan Terprovokasi, Jaga Kota Kita!"

Yang mengejutkan, aktivitas penimbunan BBM bersubsidi ini seolah berjalan mulus tanpa adanya penindakan serius. Padahal, lokasi gudang sangat terbuka dan dekat dengan pemukiman warga. Warga sekitar bahkan mengaku heran mengapa aparat penegak hukum (APH) belum turun tangan.

“Semua orang tahu di sini ada gudang solar, tapi anehnya aman-aman saja. Jangan-jangan ada yang ikut main,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya

Untuk memperkuat keterangan, narasumber bahkan memberikan nomor WhatsApp milik AS dan Asril kepada awak media. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, keduanya bungkam dan tidak memberikan tanggapan resmi.

Praktik penimbunan BBM bersubsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi negara. Solar bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi nelayan, petani, dan masyarakat kecil. Namun, karena ulah mafia BBM, rakyatlah yang menanggung akibatnya.

Apabila benar dugaan ini dibiarkan, maka bisa dipastikan jaringan mafia BBM di Tenayan Raya telah merugikan negara miliaran rupiah per bulan.

Masyarakat menuntut agar pihak kepolisian, khususnya Polresta Pekanbaru dan Polda Riau, segera turun tangan mengusut kasus ini. Publik mendesak agar aparat tidak hanya menyentuh level penjaga portal atau sopir pengangkut, tetapi juga menindak tegas aktor utama di balik bisnis kotor tersebut.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru