Ketua KNPI Kota Sukabumi Sentil DPRD: ” Jangan Jadi Pengkhianat Rakyat

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI – Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, Tantan Sutandi, melontarkan kritik tajam kepada DPRD Kota Sukabumi saat menyampaikan orasi dalam aksi Gerakan Bela Rakyat 2626 Jilid II di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/6/2026).

Aksi yang diikuti ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan itu digelar untuk mendesak DPRD menindaklanjuti tuntutan penggunaan hak angket serta usulan pemakzulan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Namun, massa mengaku kecewa lantaran Wali Kota, Wakil Wali Kota, maupun mayoritas anggota DPRD tidak hadir menemui para demonstran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, Tantan menegaskan bahwa anggota DPRD dipilih oleh rakyat untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat, bukan sekadar menjalankan kepentingan politik.

“Anggota DPRD dipilih oleh masyarakat untuk menjalankan amanah sebagai penyambung lidah rakyat, bukan menjadi wakil kepentingan oligarki. Jangan jadi pengkhianat rakyat,” tegas Tantan

Ia juga menyoroti kondisi yang dinilainya mencerminkan lemahnya fungsi representasi DPRD. Menurutnya, dari total 35 anggota DPRD Kota Sukabumi, hanya dua orang yang hadir menemui massa.

Tantan menilai minimnya kehadiran para legislator memperlihatkan rendahnya sensitivitas terhadap aspirasi masyarakat yang datang secara terbuka ke rumah demokrasi untuk menyampaikan tuntutannya.

“Pak Kapolres yang baru beberapa bulan menjabat justru lebih banyak menghabiskan energinya mengawal aksi demonstrasi. Seharusnya DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan menjadi jembatan aspirasi masyarakat, sehingga persoalan tidak selalu berakhir di jalanan,” ujarnya.

Menurutnya, Gedung DPRD bukan sekadar kantor pemerintahan, melainkan rumah rakyat yang semestinya menjadi ruang dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik.

READ  Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Ketidakhadiran mayoritas anggota dewan, kata dia, justru memperlebar jarak antara wakil rakyat dengan masyarakat yang telah memberikan mandat melalui pemilu.

Tantan juga membandingkan komitmen aparat keamanan yang tetap siaga mengawal jalannya aksi hingga selesai dengan minimnya kehadiran anggota legislatif.

Baginya, pengamanan memang penting, tetapi kehadiran wakil rakyat jauh lebih esensial karena mereka memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menyerap, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Rakyat tidak ingin terus-menerus turun ke jalan hanya untuk didengar. DPRD harus hadir, membuka ruang dialog, dan menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, fungsi utama DPRD tidak hanya membahas anggaran maupun menjalankan agenda politik, tetapi juga memastikan pemerintahan berjalan sesuai kepentingan publik melalui fungsi pengawasan yang efektif.

Mengakhiri orasinya, Tantan mengingatkan agar para wakil rakyat tidak terjebak pada kepentingan politik maupun partai, melainkan kembali kepada amanah yang diberikan masyarakat.

“Jangan berlindung di balik alasan keterbatasan anggaran. Yang dibutuhkan masyarakat adalah keberanian, kepedulian, dan komitmen nyata dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Intinya, jangan sampai makan gaji buta,” pungkasnya.

Aksi Gerakan Bela Rakyat 2626 Jilid II berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan diwarnai tuntutan agar DPRD Kota Sukabumi segera memberikan kepastian sikap terhadap aspirasi masyarakat terkait penggunaan hak angket dan usulan pemakzulan Wali Kota Sukabumi.

Penulis : Prima RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakenjeng kembali menjadi sorotan publik
Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari
KNPI Kota Sukabumi Tegaskan Keterlibatan dalam Aksi Forum RT/RW, Tantan Sutandi: Logo Dicantumkan Atas Izin Resmi
BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:06 WIB

Ketua KNPI Kota Sukabumi Sentil DPRD: ” Jangan Jadi Pengkhianat Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:09 WIB

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakenjeng kembali menjadi sorotan publik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:45 WIB

Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:18 WIB

Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari

Berita Terbaru

Peristiwa Terkini

Ketua KNPI Kota Sukabumi Sentil DPRD: ” Jangan Jadi Pengkhianat Rakyat

Sabtu, 27 Jun 2026 - 00:06 WIB