Bahaya Kabel Listrik Menjuntai di Desa Ambarjaya, Warga Desak PLN Bertindak Sebelum Timbulkan Korban

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi- Kekhawatiran terus menyelimuti warga Kampung Culamega RT 003/RW 002, Dusun Lemah Putih, Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Selama lebih dari lima tahun terakhir, mereka hidup berdampingan dengan ancaman kabel listrik PLN yang menjuntai rendah hingga hampir menyentuh tanah.minggu (7/9/2025)

Pemandangan kabel kendur itu sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, alih-alih terbiasa, warga justru semakin resah. Di tengah perkampungan padat penduduk, kondisi tersebut dianggap sebagai bom waktu yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan, terutama anak-anak yang gemar bermain di sekitar lokasi.

Menurut keterangan warga, jarak antar tiang listrik di wilayah itu diperkirakan mencapai 200 meter. Rentang yang terlalu jauh tersebut membuat kabel mudah kendur, bahkan sebagian sudah terlihat terkelupas. “Kalau malam hari kabel terlihat makin menurun, dan kami khawatir kalau ada percikan listrik. Bahayanya besar sekali,” ungkap salah seorang warga dengan nada gusar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, meski sudah berulang kali diajukan permohonan penambahan tiang listrik ke pihak PLN, hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kami sudah capek menyampaikan keluhan ini. Setiap kali ada petugas survei, ujung-ujungnya tidak ada realisasi,” keluh warga lain.

Situasi semakin mengkhawatirkan lantaran di lahan tepat di bawah kabel tersebut akan dibangun sebuah rumah. Karena lahan itu merupakan tanah pribadi, pemiliknya sudah berencana memulai pembangunan. Hal itu membuat keresahan warga semakin besar. Jika rumah jadi berdiri di bawah kabel menjuntai, risiko bahaya tidak hanya mengancam penghuni rumah, melainkan juga lingkungan sekitar.

READ  Klarifikasi Kepala Dapur SPPG Gegerbitung Jadi Sorotan, Program Makan Bergizi Gratis B3 Dapat Catatan Publik

“Kalau nanti sudah ada bangunan, otomatis jarak antara atap rumah dan kabel akan makin dekat. Itu sama saja dengan mengundang bahaya setiap hari,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi keresahan masyarakat, Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, menegaskan pihaknya sudah berulang kali menerima laporan dan menyalurkan aspirasi warga kepada PLN. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum juga ada kepastian langkah konkret.

“Kami tidak tinggal diam. Sudah beberapa kali permintaan penambahan tiang listrik kami sampaikan secara resmi. Sayangnya, sampai sekarang belum ada respon nyata. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan jiwa warga,” kata Eman.

Ia juga menyoroti kondisi yang kini semakin mendesak karena adanya rencana pembangunan rumah baru. “Harapan kami, PLN segera turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan masalah ini. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.

Kini, masyarakat Desa Ambarjaya menaruh harapan besar agar pihak PLN segera mengambil langkah nyata. Penambahan tiang listrik maupun perbaikan jalur diharapkan bisa segera dilakukan. Dengan begitu, keresahan panjang selama lima tahun terakhir dapat terobati, dan masyarakat dapat kembali merasa aman dalam beraktivitas sehari-hari.

(Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru