Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Singkawang Bengkayang Renggut Dua Nyawa

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Singkawang- penambang emas tanpa izin (PETI) dilaporkan tewas tertimbun longsor di lokasi tambang emas ilegal yang dikenal warga sebagai kawasan Gudang Garam. Lokasi tambang berada di perbatasan Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, dan Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (4/9/2025) sore.

Kedua korban masing-masing berinisial Ys, warga Semadai, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, dan Yn, warga Kecamatan Sekadau. Menurut keterangan saksi mata, sekitar pukul 15.00 WIB terdengar kabar adanya pekerja PETI yang tertimbun material tanah bercampur kayu. Setelah dilakukan pencarian bersama warga hingga malam hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 22.12 WIB.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia, tubuh kaku, lalu dievakuasi ke pondok pekerja untuk pembersihan sebelum dibawa ke pihak keluarga,” ungkap seorang saksi mata di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Rukma Jaya bersama warga menegaskan lokasi kejadian berada di area perbatasan yang selama ini tidak jelas batas administratifnya. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh penambang ilegal untuk beroperasi. Aktivitas PETI di lokasi itu juga sudah lama dikenal warga setempat, namun disebutkan belum ada penindakan tegas dari aparat berwenang.

READ  Diduga Asisten Rumah Tangga di Mess Bos Pabrik Garmen Sukabumi Melahirkan, Keterangan Narasumber dan Pihak Keamanan Berbeda

Dari informasi yang beredar, pemilik lahan berinisial NK warga Kelurahan Sagatani, Singkawang Selatan, sementara pemilik mesin dompeng diduga berinisial DN asal Kabupaten Sintang. Hingga berita ini diturunkan, keduanya dikabarkan tidak berada di lokasi usai insiden.

Tragedi ini menambah daftar panjang jatuhnya korban jiwa akibat lemahnya penindakan terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Kalimantan Barat. Warga sekitar menilai aparat penegak hukum kurang serius melakukan penertiban, sehingga tambang ilegal tetap beroperasi meski berulang kali memakan korban.

Hingga kini pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera menutup lokasi tambang berbahaya tersebut dan mengusut tuntas para pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI.

Sumber: Keterangan warga dan saksi mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama
Menunggu di Ujung Ketidakpastian: Laporan Dugaan Kekerasan Anak di Sukabumi Berjalan Lambat
Polda Papua Barat Daya Tetapkan 4 Tersangka Pembunuhan Tambrauw, Terancam 20 Tahun Penjara
Diduga Seorang Pelajar SMK Meninggal Terseret Ombak di Pantai Cemara Ciwidig, Warga Soroti Minimnya Penanganan Pengelola Resmi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat

Kamis, 9 April 2026 - 17:23 WIB

Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG

Kamis, 9 April 2026 - 07:46 WIB

14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama

Berita Terbaru