Suara Perempuan sebagai Tiang Keadilan: Hanna Fitri Raziah Angkat Gagasan Lewat Tulisan Inspiratif

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi– Dari ruang-ruang diskusi hingga jalanan penuh demonstrasi, suara perempuan semakin lantang menyuarakan keadilan dan perubahan. Hal itu pula yang tergambar dalam tulisan reflektif Hanna Fitri Raziah, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi, yang diberi tajuk “Tidak Usah Mengajarkan Perempuan Teori Keadilan (Don’t Teach Women the Theory of Justice).”

Dalam tulisannya, Hanna menegaskan bahwa perempuan sejatinya adalah pengelola sekaligus penyalur keadilan di tengah keluarga dan masyarakat. Ia menyinggung sosok Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan perempuan yang jujur, tangguh, dan adil meski tanpa pendidikan formal. Menurut Hanna, Khadijah sudah mempraktikkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, jauh sebelum filsuf besar seperti Kant, Aristoteles, maupun John Rawls menuliskan teori-teori keadilan.

Lebih jauh, Hanna melontarkan kritik pedas terhadap kondisi bangsa yang ia sebut “rapuh setipis tisu dan sekusut benang.” Pancasila, menurutnya, hanya dijadikan hiasan di gedung-gedung pemerintah, tanpa benar-benar menghidupi nurani para pemimpin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyinggung maraknya kasus korupsi, ijazah palsu pejabat, hingga wakil rakyat yang bersikap tidak pantas di parlemen. Semua itu, kata Hanna, menjadi tontonan murahan yang mencederai hati rakyat. “Dari rakyat jelata hingga pelajar SMA, semua geleng kepala, menepuk jidat, dan merasakan amarah yang sama,” tulisnya.

READ  792 Siswa SDN Pakuhaji Sukabumi Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Perempuan di Garda Perlawanan

Di tengah kritiknya, Hanna menghadirkan sosok inspiratif bernama Ibu Ana, seorang perempuan renta yang tetap tegak berdiri dalam aksi demonstrasi. Baginya, Ibu Ana adalah simbol keberanian dan keteguhan hati, sejajar dengan keteladanan perempuan hebat dalam sejarah: Syaidah Aisyah, Sumayyah, hingga Raden Ajeng Kartini.

“Sekali perempuan berbicara, tidak ada yang bisa memberhentikan. Suara perempuan adalah suara keadilan,” tegas Hanna dalam tulisannya.

Perempuan sebagai Tiang Negara

Hanna mengingatkan bahwa perempuan adalah “Ummi Madrasatul Ula”—sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jika karakter perempuan kuat, negara akan kokoh; sebaliknya, jika perempuan dilemahkan, negara pun akan rapuh. Ia menekankan bahwa karakter adalah fondasi negara, sama halnya dengan shalat sebagai tiang agama.

Dalam pandangan Hanna, bangsa ini tidak akan pernah mencapai kemenangan tanpa membangun karakter yang kokoh, baik pada laki-laki maupun perempuan. Ia mengajak masyarakat untuk bercermin, berbenah, dan kembali ke jalan yang diridai Tuhan.

Ajakan untuk Introspeksi

Tulisan tersebut ditutup dengan seruan moral: mari saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. “Sudahkah kita bekerja dengan sepenuh hati atau justru menyalahi hati nurani?” tanyanya, sembari mengutip pesan Al-Qur’an dan menyerukan agar bangsa ini kembali ke jalan lurus.

Lekas pulih negeriku,

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Kampus Diminta Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran Negara, Pengabdian Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Tridharma
Pimred Suararakyat Siapkan Laporan Pengaduan Dugaan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Ke Kejari Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Rabu, 1 April 2026 - 02:00 WIB

Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum

Berita Terbaru