Eko Patrio dan Uya Kuya Mengundurkan Diri dan Tinggalkan Kursi DPR di Tengah Sorotan Publik

- Penulis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Dunia politik Tanah Air kembali diguncang kabar mengejutkan. Dua figur publik sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan nama Uya Kuya, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan keduanya diumumkan pada Minggu (31/8/2025) setelah gelombang kritik publik atas sikap dan pernyataan yang dinilai menimbulkan keresahan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari internal DPP PAN, pengunduran diri Eko dan Uya merupakan langkah strategis partai untuk meredakan situasi politik yang kian panas. PAN menyadari bahwa tekanan publik semakin besar terhadap anggota DPR yang dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat, apalagi di tengah sorotan atas isu kenaikan gaji dan tunjangan wakil rakyat.

Sehari sebelumnya, Eko Patrio sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Eko tampil bersama rekannya sesama anggota DPR dari PAN, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu. Dengan wajah serius, Eko menyatakan penyesalan mendalam atas sikapnya yang memicu keresahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujar Eko dalam video tersebut.

Senada dengan itu, Uya Kuya juga menundukkan kepala. Ia mendapat kecaman luas setelah videonya berjoget di Gedung DPR RI viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan tepat setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan, sehingga dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap perasaan rakyat.

READ  Fraksi Golkar DPRD Kota Sorong Kritik Kinerja Pemkot Sorong dalam RPJMD

“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” kata Uya dalam unggahan di akun pribadinya.

Pengamat politik menilai langkah Eko dan Uya untuk mundur sekaligus penonaktifan resmi oleh PAN sebagai sinyal bahwa partai mulai serius melakukan konsolidasi internal. Namun, sebagian kalangan skeptis dan menganggap langkah ini lebih sebagai bentuk “pemadam kebakaran” ketimbang upaya reformasi politik yang sejati.

“Publik tentu berharap ini bukan sekadar drama politik. Harus ada perubahan sistemik di tubuh partai, agar kasus serupa tidak terus terulang,” ujar seorang analis politik dari Universitas Nasional.

Dengan mundurnya Eko Patrio dan Uya Kuya, publik kini menunggu bagaimana sikap partai-partai lain yang kadernya juga menjadi sorotan tajam. Apakah mereka akan mengikuti langkah tegas PAN, atau tetap mempertahankan kader bermasalah dengan dalih politik elektoral?

Satu hal yang pasti, gelombang tekanan masyarakat terhadap DPR semakin besar. Rakyat menuntut wakilnya di Senayan untuk lebih peka, rendah hati, dan fokus bekerja, bukan justru menjadi sumber kontroversi yang merusak kepercayaan publik.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UMMI Dibekali Perspektif Praktis, Anggota DPR RI Heri Gunawan Soroti Fungsi Pengawasan DPR
Anggota DPR RI Dari Fraksi PDI Perjuangan, IR. Rudianto Tjen, Menggelar Reses Di Desa Berbura
Ahmad Surachman, S.Pd Siap Maju Pilkades Karang Sentosa 2026–2034, Usung Desa Madani dan Transparan
Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Uden Abdunnatsir: Insentif Kecil Masih Dipotong, Pengawas Jangan Pungli
Yakub F Ismail: Membaca Arah Politik NasDem
Hijrah Politik Nina Agustina ke PSI, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Pengabdian untuk Indramayu
Komisi II DPRD Sukabumi Kawal Prioritas Agroindustri dan Pariwisata Parungkuda dalam Musrenbang 2026
Gerindra Kawal Aspirasi Rakyat, Teddy Setiadi Tegaskan Pentingnya Mekanisme dan Disiplin Administrasi di Musrenbang Cidahu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:40 WIB

Mahasiswa UMMI Dibekali Perspektif Praktis, Anggota DPR RI Heri Gunawan Soroti Fungsi Pengawasan DPR

Selasa, 28 April 2026 - 15:30 WIB

Anggota DPR RI Dari Fraksi PDI Perjuangan, IR. Rudianto Tjen, Menggelar Reses Di Desa Berbura

Minggu, 26 April 2026 - 12:03 WIB

Ahmad Surachman, S.Pd Siap Maju Pilkades Karang Sentosa 2026–2034, Usung Desa Madani dan Transparan

Jumat, 24 April 2026 - 01:55 WIB

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Uden Abdunnatsir: Insentif Kecil Masih Dipotong, Pengawas Jangan Pungli

Jumat, 17 April 2026 - 08:55 WIB

Yakub F Ismail: Membaca Arah Politik NasDem

Berita Terbaru