SUARARAKYAT.info | Jakarta – Dinamika politik nasional kembali diwarnai fenomena perpindahan kader dari partai besar ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Salah satu yang menjadi sorotan adalah langkah Nina Agustina, mantan Bupati Indramayu periode 2021–2025, yang resmi meninggalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan bergabung dengan PSI.
Keputusan tersebut mengemuka setelah Nina melakukan pertemuan dengan Joko Widodo di Solo. Meski tidak disampaikan secara terbuka kepada publik sejak awal, kepastian kepindahan itu akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Nina dalam keterangannya kepada sejumlah media di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Dalam pernyataannya, Nina menegaskan bahwa langkah politik yang diambil bukan semata-mata soal perpindahan partai, melainkan sebagai bagian dari upaya untuk terus berkontribusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Indramayu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini saya sudah bergabung dengan PSI. Mohon doa dan dukungannya. Yang terpenting, Nina bisa tetap bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk Indramayu,” ujarnya.
Sebagai putri dari mantan Kapolri Da’i Bachtiar, Nina dikenal memiliki latar belakang kuat di pemerintahan dan kepemimpinan. Selama menjabat sebagai Bupati Indramayu, ia mengklaim telah membawa sejumlah perubahan signifikan di berbagai sektor pembangunan.
Di bawah kepemimpinannya, Indramayu disebut mengalami kemajuan cukup pesat, termasuk dalam upaya menekan angka kemiskinan. Kabupaten yang sebelumnya kerap masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Provinsi Jawa Barat, perlahan menunjukkan tren perbaikan.
Salah satu capaian yang disorot adalah rampungnya pembangunan pusat perbelanjaan modern, Mal Indramayu. Proyek yang sebelumnya sempat mangkrak itu berhasil diselesaikan dan kini menjadi salah satu ikon baru serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sebelumnya Indramayu tidak memiliki mal. Pembangunan ini sempat terhenti dari kepemimpinan sebelumnya, namun akhirnya bisa kami selesaikan. Sekarang masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah untuk berbelanja,” jelasnya.
Tak hanya sektor perdagangan, pengembangan kawasan industri juga menjadi fokus utama selama masa kepemimpinannya. Wilayah utara Indramayu seperti Losarang, Sukra, Patrol, Kandanghaur, hingga Krangkeng diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan industri baru.
Kawasan tersebut diarahkan untuk menampung berbagai sektor industri seperti manufaktur, tekstil, kemasan, hingga energi, dengan target utama penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi pengangguran.
Kini, melalui PSI, Nina menyatakan optimisme untuk melanjutkan perjuangannya dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat Indramayu. Ia menilai kehadiran Joko Widodo sebagai figur sentral atau ikon di PSI menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkah politiknya.
“Saya optimis bisa terus berjuang melalui PSI. Dengan semangat yang sama, saya ingin melanjutkan apa yang sudah dirintis dan memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Langkah politik Nina Agustina ini pun dinilai sebagai bagian dari pergeseran peta kekuatan politik nasional, sekaligus menjadi sinyal bahwa PSI mulai menarik perhatian sejumlah tokoh daerah. Ke depan, kiprah Nina di panggung politik nasional maupun daerah akan menjadi sorotan, terutama dalam membuktikan konsistensinya terhadap komitmen pengabdian kepada masyarakat Indramayu.
Penulis : Han
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














