Fabem Sampang Mengecam keras Institusi Polri, Karena Bukan Lagi Sebagai Pengayom Rakyat tapi Pembunuh Rakyat

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sampang-Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Fabem) Sampang dengan tegas mengecam keras institusi Polri yang dalam berbagai peristiwa justru menampilkan wajah represif dan biadab terhadap rakyat. Polisi yang seharusnya menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, kini justru berubah menjadi alat kekerasan yang menakutkan, bahkan tega melindas sampai meninggal.

Tindakan aparat kepolisian yang melindas driver ojol hingga meninggal adalah bukti bahwa Polri telah kehilangan jati dirinya. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian menunjukkan bahwa institusi ini semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.

Fabem Sampang menegaskan bahwa:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Polri telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pengayom rakyat, karena justru menebarkan teror dan ketakutan.

2.Tindakan brutal aparat adalah kejahatan kemanusiaan, yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.

READ  Kapolres Blora Diduga Seperti  Sayur, Tidak Berani Hadapi Gugatan dari Tim Hukum PPWI Perihal Wartawan Yang di Tangkap

3.Kapolri harus bertanggung jawab penuh dan memastikan pelaku diproses hukum secara transparan, bukan hanya sanksi administratif.

4.Reformasi menyeluruh di tubuh Polri harus dengan mutlak dilakukan, agar institusi ini kembali menjadi pelindung rakyat, bukan mesin penindas rakyat.

“Polisi seharusnya berdiri di garda terdepan melindungi Rakyat. Namun faktanya, Polri justru menunjukkan wajah bengis yang tega melukai bahkan membunuh rakyat. Taufik ketua Fabem Sampang, mengecam keras tindakan ini dan menuntut perubahan nyata,” tegas pernyataan Taufik

Fabem Sampang menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu mengawal penegakan keadilan dan melawan segala bentuk kekerasan aparat. Polri harus kembali ke jati dirinya, atau rakyat akan terus melawan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Desa Dorong Transformasi Ekonomi Kampung Lewat Program TEKAD di Papua Barat Daya
Fasilitas Medis Belum Berjalan Optimal, Ombudsman Minta Pemkab Sorong Lakukan Evaluasi Total RSUD JP Wanane
Kontingen Papua Barat Daya Tampil Gemilang di Kejuaraan Shorinji Kempo Unhas Cup XVIII
Mahasiswa Unamin Gelar Demo Reformasi Jilid II, DPR Kota Sorong Diberi Ultimatum 5 Hari
Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta
Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik
Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru
Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:48 WIB

Kementerian Desa Dorong Transformasi Ekonomi Kampung Lewat Program TEKAD di Papua Barat Daya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:01 WIB

Fasilitas Medis Belum Berjalan Optimal, Ombudsman Minta Pemkab Sorong Lakukan Evaluasi Total RSUD JP Wanane

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:54 WIB

Kontingen Papua Barat Daya Tampil Gemilang di Kejuaraan Shorinji Kempo Unhas Cup XVIII

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:16 WIB

Mahasiswa Unamin Gelar Demo Reformasi Jilid II, DPR Kota Sorong Diberi Ultimatum 5 Hari

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36 WIB

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB