SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Ketua Forum Organisasi Kecamatan Bojonggenteng, Yulius Abdillah, secara tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap penegakan keadilan yang dinilai pincang. Pernyataan ini muncul menyusul dugaan tindakan represif oknum aparat yang terjadi pada 25 Agustus lalu di Jakarta.
Mewakili 12 organisasi/ormas yang tergabung dalam forum, Yulius Abdillah menyoroti insiden mencengangkan yang menimpa warga sipil. Ia menyebut kasus seorang pengemudi ojek online yang bersama istri dan dua anaknya ditembak gas air mata saat mengantar makanan. “Pengakuan korban yang wajahnya dilumuri odol karena perihnya gas air mata itu sangat memilukan. Ia ditembak lima kali, padahal sedang tidak terlibat dalam demonstrasi,” ungkap Yulius.
Yulius juga menyinggung laporan lain yang beredar mengenai seorang pengemudi ojek online yang dikabarkan tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan. “Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa aparat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung, justru bertindak beringas terhadap rakyat, namun terkesan diam di hadapan kekuasaan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yulius, perilaku tersebut telah melukai rasa keadilan dan melunturkan kepercayaan publik. “Ini bukan lagi soal oknum, ini adalah sistem yang menciptakan kesan bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tambahnya.
Atas dasar itu, Forum Organisasi Kecamatan Bojonggenteng mendesak Ombudsman Republik Indonesia untuk segera turun tangan. Ada tiga tuntutan utama yang disampaikan:
1. Ombudsman harus mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.
2.Oknum yang terbukti bersalah harus dihukum sesuai aturan, termasuk atasan mereka yang membiarkan atau memerintahkan tindakan tersebut.
3.Proses hukum harus berjalan transparan agar masyarakat dapat melihat keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Kami mengajak semua organisasi dan elemen masyarakat untuk turut prihatin dan menyuarakan aspirasi yang sama. Kami akan terus memantau dan mengawal kasus ini sampai keadilan benar-benar terwujud bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Yulius Abdillah.
(Thy)














