Inspektorat Inhil Diduga Tutupi Pengawasan APBD, Kantor Ramai Motor Pegawai tapi Sepi ASN

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Indragiri Hilir-Misteri tengah menyelimuti kinerja Inspektorat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dua hari berturut-turut, wartawan Suara Rakyat mendatangi kantor Inspektorat Inhil untuk meminta klarifikasi terkait sejauh mana lembaga pengawas internal pemerintah daerah itu melakukan pengawasan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil. Namun, hasilnya nihil.

Meski halaman kantor tampak ramai dengan motor pegawai yang terparkir, suasana di dalam kantor justru lengang. Hampir tidak ada aparatur sipil negara (ASN) yang bisa dimintai keterangan. Saat awak media berupaya mengkonfirmasi, jawaban yang muncul selalu sama: “Sedang keluar” atau “Ada urusan dulu.”

Lebih mengejutkan, ketika salah satu ASN diminta memberikan kontak pejabat berwenang untuk konfirmasi resmi, jawaban yang diterima justru mengambang. Ia mengaku tidak tahu harus diarahkan ke bagian mana, bahkan menyatakan tidak memiliki nomor pimpinan yang lebih berwenang. Sikap ini semakin menimbulkan tanda tanya besar: ada apa yang sedang ditutupi Inspektorat Inhil?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja Inspektorat sejatinya menjadi kunci utama dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD, terutama di tengah sorotan publik terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran di daerah. Namun, sikap menghindar yang ditunjukkan oleh lembaga ini justru memunculkan spekulasi.

“Inspektorat Inhil memang terkenal sulit ditemui ketika dimintai konfirmasi. Ini sudah jadi rahasia umum. Padahal, mereka adalah lembaga pengawas. Kalau pengawasnya sendiri tidak transparan, bagaimana rakyat bisa percaya pengelolaan anggaran daerah?” ujar seorang pengamat masyarakat yang enggan disebutkan namanya.rabu (20/8/2025)

READ  Aklamasi Tanpa Lawan, Fery Supriyadi Pimpin HIPMI Sukabumi dengan Agenda Besar Penguatan Wirausaha Muda

Fenomena pegawai yang “selalu keluar” meski motor mereka berjajar di halaman kantor memperkuat dugaan adanya upaya menghindar dari sorotan media. Publik kini mulai curiga apakah ada penyimpangan dalam pengawasan anggaran daerah yang sengaja ditutup-tutupi.

Jika benar demikian, maka Inspektorat tidak hanya gagal menjalankan fungsinya, tetapi juga melukai kepercayaan rakyat terhadap pemerintah daerah.

Melihat kondisi ini, masyarakat mendesak Bupati Inhil agar lebih selektif dalam menempatkan ASN di jabatan strategis, khususnya di lembaga pengawas. Jangan sampai jabatan hanya diisi oleh ASN yang tidak responsif, sulit ditemui, dan tidak transparan dalam memberikan informasi.

Keterbukaan informasi publik adalah hak masyarakat. Lembaga pengawas seperti Inspektorat seharusnya menjadi yang paling siap memberikan jawaban, bukan justru paling sulit ditemui.

Kini, bola ada di tangan Bupati Inhil: apakah akan membiarkan Inspektorat terus bersembunyi di balik alasan klasik “DL dan sedang keluar,” atau segera membenahi agar rakyat mendapat jawaban yang terang?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak inspektorat belum terkonfirmasi dan memberikan pernyataan resminya namun, wartawan SUARARAKYAT akan terus berupaya mengaku informasi perihal adanya dugaan tersebut sesuai data dan fakta yang konkrit.

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional
Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:40 WIB

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Berita Terbaru