Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat di Kawasan Transmigrasi untuk Wujudkan Pendidikan Merata di Wilayah 3T

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Sosial sepakat memperkuat sinergi program pembangunan manusia di kawasan transmigrasi dengan menggulirkan rencana pendirian Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu gagasan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penyediaan akses pendidikan layak dan terjangkau bagi keluarga kurang mampu, khususnya di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar).

Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan resmi antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Menteri Sosial di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (7/8). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis kedua kementerian dalam menjawab tantangan rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil, termasuk kawasan transmigrasi baru dan lama.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Sekolah Rakyat. Ini yang dibutuhkan masyarakat kita di kawasan transmigrasi, terutama di Papua yang angka kemiskinannya masih tinggi. Pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” ujar Iftitah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat akan dirancang fleksibel, memadukan kurikulum pendidikan formal dengan kearifan lokal dan keterampilan praktis. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang relevan dengan potensi wilayahnya, seperti pertanian, perikanan, atau kerajinan rakyat.

READ  Gebrakan Ekonomi Desa, 337 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Kabupaten Sukabumi

Menteri Sosial yang hadir dalam pertemuan itu menegaskan, kolaborasi lintas kementerian ini merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa program pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Harus ada pembangunan sumber daya manusia yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga miskin,” tegasnya.

Program Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi ini juga akan melibatkan peran aktif pemerintah daerah, komunitas lokal, dan mitra pembangunan. Pemerintah berencana memanfaatkan fasilitas yang ada, termasuk balai desa, gedung serbaguna, bahkan rumah ibadah sebagai ruang belajar sementara sebelum gedung sekolah permanen dibangun.

Selain di Papua, pilot project Sekolah Rakyat juga akan difokuskan di beberapa daerah seperti Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara, yang masuk kategori daerah dengan tingkat akses pendidikan terendah. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi model yang direplikasi di seluruh kawasan transmigrasi di Indonesia.

Dengan sinergi antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Sosial, Presiden Prabowo menargetkan agar anak-anak di wilayah 3T dan kawasan transmigrasi memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas, tanpa terkendala jarak, biaya, maupun keterbatasan fasilitas.

(Swd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34 WIB

RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen

Senin, 1 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Berita Terbaru