Papua Barat Daya Perkuat Sistem Perlindungan Anak: Sinergi Dinas Sosial dan UNICEF Menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong, Papua Barat Daya (24/7/2025) — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), bekerja sama dengan UNICEF, resmi membuka kegiatan Pelatihan Sistem Perlindungan Anak Lanjutan dan Konsultasi Panduan Perencanaan dan Penganggaran Perlindungan Khusus Anak di Hotel Kryat, Jalan Sungai Maruni, Kelurahan Matamalagi, Distrik Sorong Timur.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinsos P3A Papua Barat Daya, Beatriks M. Siren, SE, mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, SE. Dalam sambutannya, Beatriks menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat sistem perlindungan anak di wilayah yang masih menghadapi tantangan besar dalam pengumpulan dan validasi data kekerasan terhadap anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta dalam perencanaan dan penganggaran, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pendataan kekerasan terhadap anak yang selama ini masih belum jelas di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Beatriks juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, UNICEF, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas sangat penting demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak-anak Papua Barat Daya, yang diharapkan menjadi generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

UNICEF: Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak di Papua Barat Daya, Sehingga
Dalam sesi konsultasi, Dhiana Anggraini Yunita, Staf Perlindungan Anak dari UNICEF Indonesia, menyampaikan fakta mengkhawatirkan terkait banyaknya anak yang menjadi korban kekerasan seksual, berdasarkan data Sistem Informasi Perlindungan Anak dan Perempuan di Papua Barat Daya. Menurutnya, terdapat 15 kategori kondisi kerentanan anak, termasuk anak di wilayah konflik, anak di perbatasan, dan anak-anak dengan disabilitas.

READ  Pangdam XVIII/Kasuari Tegaskan Komitmen TNI untuk Keamanan dan Pembangunan Maybrat

“Kami terkejut karena hampir semua kategori kerentanan anak ditemukan di Papua Barat Daya. Tapi di balik tantangan itu, kami juga melihat banyak potensi besar dari provinsi ini,” kata Dhiana.

Ia menyoroti pentingnya integrasi lintas sektor—mulai dari UPTD PPA, Bappeda, organisasi masyarakat, hingga tokoh-tokoh kampung—dalam mewujudkan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak sebagai garda terdepan perlindungan di tingkat komunitas.

Sinergi Data dan Komitmen: Kunci Perlindungan Anak Berkelanjutan,
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota, organisasi masyarakat, dan sektor swasta. Semua pihak sepakat bahwa pendataan yang akurat, perencanaan yang terintegrasi, dan penganggaran yang berpihak pada anak merupakan fondasi dalam upaya perlindungan jangka panjang.

“Sering kali kita bertindak seperti pemadam kebakaran, hanya heboh ketika kasus viral. Padahal, perlindungan anak sejatinya dimulai dari rumah, sekolah, dan komunitas,” tambah Dhiana.

Dalam forum ini, terungkap pula bahwa Kabupaten Sorong telah menjadi pelopor dalam membentuk UPTD PPA dan mengintegrasikan sistem rujukan dari kampung ke tingkat kabupaten. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi kabupaten lain di provinsi yang baru dimekarkan ini.

Menuju Indonesia Emas 2045,
Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan wujud nyata dari komitmen seluruh pemangku kepentingan di Papua Barat Daya dalam menyiapkan generasi masa depan. Pemerintah, UNICEF, organisasi mitra, dan masyarakat kini bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan penuh perlindungan untuk anak-anak.

“Anak-anak Papua Barat Daya adalah anak-anak hebat. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang melindungi, memberdayakan, dan membentuk mereka menjadi pemimpin masa depan Indonesia Emas 2045,” tutup Beatriks Siren.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
Hijaukan Kampung, Sejahterakan Warga! Satgas TMMD Ke-129 Tanam 500 Pohon Produktif untuk Masa Depan Masyarakat Sesor
Rehab RTLH Milik Ibu Diana Capai 60%, TMMD Ke-129 Wujudkan Hunian Layak dan Harapan Bagi Warga Kampung Sesor
Pembangunan Rumah Semi Permanen TMMD Ke-129 Capai 58%, Wujud Nyata Pengabdian TNI untuk Kesejahteraan Rakyat
Polda Papua Barat Daya Naikkan Status Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa DPRP ke Tahap Penyidikan
Ditlantas Polda PBD Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar Melalui Upacara Bendera
Tim Wasev TMMD Ke-129 Tinjau Kampung Sesor, Pastikan Program TMMD Kodim 1807/Sorsel Berjalan Optimal
Sentuhan Kemanusiaan TMMD Ke-129, Satgas Kodim 1807/Sorsel Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kampung Sesor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan

Senin, 27 Juli 2026 - 06:28 WIB

Hijaukan Kampung, Sejahterakan Warga! Satgas TMMD Ke-129 Tanam 500 Pohon Produktif untuk Masa Depan Masyarakat Sesor

Senin, 27 Juli 2026 - 06:26 WIB

Rehab RTLH Milik Ibu Diana Capai 60%, TMMD Ke-129 Wujudkan Hunian Layak dan Harapan Bagi Warga Kampung Sesor

Senin, 27 Juli 2026 - 06:24 WIB

Pembangunan Rumah Semi Permanen TMMD Ke-129 Capai 58%, Wujud Nyata Pengabdian TNI untuk Kesejahteraan Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 05:54 WIB

Polda Papua Barat Daya Naikkan Status Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa DPRP ke Tahap Penyidikan

Berita Terbaru