Suararakyat.info.Cianjur-Dalam upaya memperkuat keamanan kawasan pesisir dan meningkatkan koordinasi antar instansi maritim, TNI Angkatan Laut melalui Babinpotmar Posal Ujung Genteng dan Posmat Cidaun Lanal Bandung menjalin kolaborasi strategis dengan petugas keamanan (scurity) dan jajaran Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Perikanan Jayanti serta UPTD Cilaut Ereun. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (18/7/2025), dengan mengusung semangat sinergitas lintas sektor untuk menciptakan pelabuhan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
Dalam kegiatan tersebut, personel TNI AL yang dipimpin oleh Kopral Kepala (Kopka) AL Irvan turut membagikan pengetahuan, pengalaman, serta informasi penting kepada para petugas keamanan Satpel. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya memperkuat silaturahmi antar dinas, terutama dengan kelompok Rukun Nelayan.
“Kita harus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik, karena nelayan bukan hanya mitra kerja, tapi juga garda terdepan sekaligus ujung tombak sektor kemaritiman. Mereka adalah mata dan telinga kita di laut. Oleh karena itu, kehadiran mereka sangat penting dalam mendeteksi dini berbagai potensi ancaman,” ungkap Kopka Irvan dalam arahannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan kepada para petugas keamanan untuk memiliki kepekaan dan ketegasan dalam menjalankan tugas. “Kita tidak hanya bertugas menjaga aset dan fasilitas pelabuhan, tapi juga harus aktif melakukan monitoring wilayah kerja. Patroli malam sebaiknya dimulai pukul 21.00 WIB dan dilakukan pengecekan ulang pada pukul 02.30 dini hari,” imbuhnya.

Selain itu, pihak TNI AL mengajak seluruh personil scurity untuk segera berkoordinasi jika menemukan hal-hal mencurigakan di lapangan. “Jangan ragu hubungi kami segera jika ada potensi gangguan. Kita akan turun bersama dan laksanakan patroli gabungan untuk mencegah serta mempersempit ruang gerak tindakan kejahatan,” lanjut Irvan.
Harapan besar disematkan dalam kegiatan ini. Dengan dilakukannya patroli bersama dan terbukanya komunikasi antarinstansi serta nelayan, diharapkan suasana Pelabuhan Jayanti semakin tertib dan kondusif. “Pelabuhan yang aman akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung, rasa tenang bagi para pelaku usaha, dan ketenteraman bagi warga sekitar,” tutur Irvan.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh unsur untuk aktif membaur dengan masyarakat dan kelompok Rukun Nelayan, guna membangun ekosistem maritim yang kuat, responsif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, namun harus dijalankan melalui kerja sama yang solid dan sinergi antar lembaga serta masyarakat.
(Cep Toto)














