Suararakyat.info.Yogyakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah strategis dalam memperkuat perekonomian nasional dengan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui sinergi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada digitalisasi perdagangan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Dalam program ini, mahasiswa UGM diterjunkan langsung ke berbagai pelosok tanah air guna mendampingi dan membina pelaku UMKM di tingkat desa. Peran mereka tidak hanya sebagai agen perubahan sosial, tetapi juga sebagai katalisator dalam mendorong transformasi digital sektor perdagangan lokal. Mahasiswa membawa semangat inovatif, pendekatan ilmiah, serta kemampuan teknologi yang menjadi bekal utama dalam membantu UMKM beradaptasi di era digital.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa melalui program KKN mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Lewat KKN, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.(23/6/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya sekadar kewajiban akademik, melainkan dapat menjadi ruang pengabdian yang produktif dan transformatif. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM terkait pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, pembuatan katalog produk, hingga literasi keuangan digital. Semua diarahkan agar pelaku UMKM dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ekspor.
Wakil Rektor UGM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Arie Sudjito, menambahkan bahwa KKN tematik ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kampus terhadap pembangunan berkelanjutan. “UGM terus berupaya membumikan nilai-nilai keilmuan untuk kemaslahatan rakyat. Dengan mendampingi UMKM di desa, mahasiswa turut memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis teknologi,” katanya.
Salah satu lokasi KKN yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Di daerah ini, sejumlah mahasiswa membantu pelaku usaha lokal mengemas produk secara lebih menarik, membuat akun marketplace, dan memetakan potensi pasar digital. Hasilnya, omzet beberapa pelaku usaha mengalami peningkatan signifikan hanya dalam beberapa pekan.
Melalui program ini, Kemendag dan UGM berharap bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang inklusif dan modern, terutama di desa-desa yang selama ini belum tersentuh teknologi secara optimal. Harapannya, UMKM desa tak lagi terpinggirkan, melainkan mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.
“Selamat berjuang, generasi muda penggerak UMKM! Teruslah menjadi bagian dari solusi dan perubahan yang lebih baik bagi bangsa,” tutup pernyataan resmi Kemendag.
(Red)














