Suararakyat.info.Sukabumi – Semangat gotong royong kembali membara di tengah masyarakat RT 05 RW 08, Kedusunan Sukabakti, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Puluhan warga dari berbagai kalangan tampak bahu-membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran air atau selokan yang melintasi lingkungan mereka,junat (20/6/2025).
Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan serta upaya preventif dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi menyebabkan banjir maupun genangan air. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ksdus sukabakti setempat dengan melibatkan tokoh masyarakat, hingga remaja karang taruna.
“Ini bagian dari tradisi kita sebagai warga Desa Sukamulya yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong. Kita sadar, kalau bukan kita sendiri yang menjaga lingkungan, siapa lagi?” ujar sulah ahud kadus sukabakti yang turut membawa peralatan seadanya untuk mengeruk lumpur dan sampah dari dalam selokan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembersihan dimulai sejak pagi hari, menyasar titik-titik saluran air yang tersumbat oleh sampah rumah tangga, dedaunan, dan lumpur. Dengan alat sederhana seperti cangkul, sekop, dan ember, warga bekerja dengan semangat. Tak sedikit remaja yang turut ambil bagian.
Silahkan uhud mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan kampung tangguh bencana dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Gotong royong ini bukan hanya membersihkan fisik lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Insya Allah akan kami jadikan agenda rutin tiap bulan,” kata sulah uhud
Kegiatan gotong royong ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, mengingat kebersihan saluran air berperan vital dalam menjaga kualitas lingkungan, mencegah penyakit, serta mengantisipasi potensi bencana seperti banjir lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, warga RT 05 RW 08 Kedusunan Sukabakti menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
(Gjn/Hs)














