Krisis Air di Desa Sukamaju: Puluhan Hektar Lahan Terbengkalai, Petani Teriakkan Dugaan Ketidakadilan Irigasi

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2025 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Kondisi para petani di Kampung Cihonje RT 03 RW 05, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan. Harapan hidup yang selama ini bertumpu pada hasil bumi seperti padi dan palawija, kini seolah lenyap ditelan kekeringan yang berkepanjangan. Ironisnya, kekeringan yang berlangsung lebih dari lima tahun ini diduga kuat bukan semata akibat cuaca atau musim kemarau, melainkan karena adanya aktivitas pembendungan air oleh salah satu perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di wilayah aliran sungai yang sama.

Ketika ditemui pada Senin, (21/7/2025), Eklan, salah satu petani yang masih bertahan mengelola lahan di tengah situasi sulit ini, menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media. Menurutnya, sekitar 400 hektar lahan pertanian di Desa Sukamaju mengalami kekeringan parah, menyebabkan sebagian besar sawah dan kebun berubah menjadi semak belukar tak produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang paling hanya 30 persen warga yang masih bertani, itu pun terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Seringkali gagal panen. Air sulit sekali didapat. Padahal irigasi ini satu-satunya sumber hidup kami,” ungkap Eklan dengan nada kecewa.

Situasi diperburuk oleh fakta bahwa debit air yang dulunya hanya digunakan oleh masyarakat kini harus dibagi dengan kebutuhan industri. Keberadaan perusahaan PLTM yang memanfaatkan aliran air dari Sungai Cicatih ditengarai sebagai faktor utama berkurangnya pasokan air ke wilayah pertanian warga. Di musim kemarau seperti sekarang ini, debit air semakin mengecil dan bahkan nyaris kering.

READ  Harga Bubur di Kawasan Al. Ajim Cigombong Picu Keluhan Warga: Rp15 Ribu untuk Seporsi Bubur, Terlalu Mahal

“Dulu air cukup, irigasi lancar. Sekarang perusahaan ikut ambil air, kami malah kehilangan sumber kehidupan,” tambah Eklan.

Udin, tokoh masyarakat sekaligus petani senior di Desa Sukamaju, membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa saluran air yang bersumber dari Sungai Cicatih saat ini sudah tidak lagi mengalir ke desa mereka. Menurutnya, perusahaan telah membangun bendungan di jalur utama yang sebelumnya mengaliri irigasi masyarakat, dan kini memanfaatkan aliran itu untuk kebutuhan energi.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Aksi unjuk rasa sudah dilakukan, baik ke pemerintah maupun ke perusahaan, tapi sampai hari ini belum ada solusi yang jelas,” keluh Udin.

Ia berharap ada keberpihakan dari pemerintah dan tanggung jawab sosial dari perusahaan untuk segera mencari jalan keluar. “Kami hanya ingin kembali bisa bertani seperti dulu. Kami hanya butuh air,” tegasnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, pihak pemerintah yang berwenang dalam pengelolaan irigasi dan perusahaan terkait belum dapat dikonfirmasi atau memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pembendungan air yang merugikan masyarakat Desa Sukamaju.

Kondisi ini menyoroti betapa pentingnya pengawasan ketat dalam tata kelola sumber daya air, serta urgensinya menghadirkan keadilan ekologis dan sosial bagi masyarakat desa yang hidup bergantung pada alam. Apakah pemerintah akan membiarkan petani terus kehilangan tanahnya, ataukah akan hadir memberikan solusi yang nyata?

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur BUMDesa Mandiri Pasawahan Menerima Catatan BPD
Kades Pasawahan Apresiasi Kinerja BUMDesa Pasawahan
Dua Kali Kepemimpinan Pemkab Sukabumi Dinilai Tutup Mata, Jalan Rusak di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran
Dorong Generasi Sehat, Pemdes Ciengang Salurkan Nutrisi bagi Anak Stunting dan Bumil KEK
Sekdes Cijurey: Program PTSL 2026 Mulai Berjalan, Pengukuran Diprioritaskan
Posyandu Baru dan Perbaikan Jalan Desa Karangjaya Jadi Prioritas, Warga Diharapkan Rasakan Dampak Nyata
Hangatnya Malam Minggu di Kedungwaringin, Siskamling Jadi Wadah Pererat Silaturahmi Warga RT 023
Ringankan Beban Ekonomi, 983 KPM di Margaluyu Terima Bantuan Pangan Berupa Beras dan Minyak Goreng 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:52 WIB

Direktur BUMDesa Mandiri Pasawahan Menerima Catatan BPD

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:15 WIB

Kades Pasawahan Apresiasi Kinerja BUMDesa Pasawahan

Kamis, 30 April 2026 - 02:25 WIB

Dua Kali Kepemimpinan Pemkab Sukabumi Dinilai Tutup Mata, Jalan Rusak di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran

Rabu, 29 April 2026 - 13:45 WIB

Dorong Generasi Sehat, Pemdes Ciengang Salurkan Nutrisi bagi Anak Stunting dan Bumil KEK

Rabu, 29 April 2026 - 12:20 WIB

Sekdes Cijurey: Program PTSL 2026 Mulai Berjalan, Pengukuran Diprioritaskan

Berita Terbaru

Info Desa

Direktur BUMDesa Mandiri Pasawahan Menerima Catatan BPD

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:52 WIB