Suararakyat.info BENGKALIS – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan kegiatan Penyampaian dan Penyerahan Naskah Warkah Petuah Amanah tentang Penyakit Sosial di Tengah Masyarakat serta Penyampaian Dukungan Deklarasi Daerah Istimewa Riau, yang berlangsung di Gedung LAMR, Jalan Pramuka Ujung, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, pada Rabu (28/05/2025).

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Sri Saukani Alkarim, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan penyakit masyarakat (pekat) merupakan tanggung jawab seluruh elemen. Ia menekankan bahwa LAMR sebagai payung adat dari seluruh suku masyarakat mendukung penuh upaya pemberantasannya dan menyatakan sikap untuk mendukung pembentukan Daerah Istimewa Riau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa yang belakangan ini terjadi di tengah masyarakat, sudah waktunya kita berkomitmen untuk melakukan pemberantasan terhadap seluruh bentuk penyakit masyarakat. LAMR menyatakan dukungan atas terbentuknya Daerah Istimewa Riau,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Mashuri, S.H., atau yang akrab disapa Mas Bagong, selaku Ketua Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa Kabupaten Bengkalis, menyatakan dukungan mewakili seluruh paguyuban suku terhadap dua agenda besar tersebut.
Tidaklah berlebihan jika Riau meminta menjadi Daerah Istimewa. Sejarah mencatat betapa besar kontribusi Riau bagi NKRI, dari awal kemerdekaan hingga sekarang. Kami dari seluruh paguyuban di Kabupaten Bengkalis mendukung penuh terbentuknya Daerah Istimewa Riau,” ujarnya.
ko
Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, M.Ag., juga menyatakan komitmen penuh dalam upaya pemberantasan pekat serta mendukung gagasan Riau sebagai Daerah Istimewa.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan Maklumat Dukungan Daerah Istimewa Riau oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Sri Ilham Nur, bersama para ketua paguyuban suku-suku yang hadir.

LAMR Kabupaten Bengkalis bersama seluruh masyarakat dan paguyuban menyatakan sikap mendukung terbentuknya Daerah Istimewa Riau. Semoga hal ini segera terwujud,” tuturnya penuh harap.
Acara diakhiri dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama dalam pemberantasan penyakit masyarakat serta dukungan terhadap pembentukan Daerah Istimewa Riau, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk solidaritas dan persatuan.**(Dody Saputra)














