Suararakyat.info.Kaltim-tengah diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan baru nasional. Kementerian Pertanian menargetkan dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, provinsi ini mampu menjadi pusat produksi pangan strategis di kawasan timur Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketergantungan Kaltim pada pasokan pangan dari luar daerah serta kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara merata. Sejumlah program strategis telah digulirkan, mulai dari optimalisasi lahan tidur, pencetakan sawah baru, penyediaan pupuk, hingga perbaikan sistem irigasi.
“Pembangunan pertanian di Kalimantan Timur adalah bagian dari upaya jangka panjang kita dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kami melihat potensi besar di wilayah ini, dan dengan dukungan lintas sektor, Kaltim dapat menjadi kekuatan baru dalam peta produksi pangan nasional,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Ali Jamil.(15/5/2025)
Selain mendorong perluasan lahan produktif, Kementerian Pertanian juga menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan. Pemanfaatan lahan tidak produktif akan dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan ekosistem lokal.
“Kami tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Pemanfaatan lahan tidur dan peningkatan indeks pertanaman dilakukan dengan prinsip konservasi yang ketat,” tambah Ali Jamil.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, diharapkan Kalimantan Timur mampu menjadi wilayah yang tidak hanya swasembada, tetapi juga berkontribusi terhadap cadangan pangan nasional. Proyek ini menjadi salah satu pilar penting dalam agenda besar pemerintah untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh, adaptif, dan inklusif.
(Red)














