Lagi Lagi PETI di Kuansing Memakan Korban, Setelah Sebelumnya Terjadi Peristiwa Yang Sama masyarakat: APH Jangan Tutup Mata

- Penulis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuansing Riau –
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menelan korban jiwa. Seorang warga inisial DM (20) diketahui tewas pada kamis 8/5/2025 saat melakukan kegiatan tambang ilegal di Sekitaran Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, provinsi Riau.

“Korban diketahui bernama Dandi merupakan warga Desa Saik, tertimbun longsor aktivitas ilegal PETI di Kecamatan Kuantan Mudik. dilaporkan tewas di lokasi tambang sekitar pukul 16.00 WIB. beredar video korban terlihat diselamat sejumlah warga.


Perlu di ketahui, khususnya di wilayah kabupaten Kuansing, bukan kali ini saja peristiwa tewas pekerja saat melakukan aktivitas di lokasi PETI. Meski demikian aktivitas PETI tetap marak tumbuh subur.

*Ada hal menarik yang perlu di ulas. dua hari sebelum DM korban jiwa.*

” Wartawan Athia sempat menerima informasi dari hari selasa 6/5/2025 sekitar pukul 16.30 wib s/d malam Jumat.
warga setempat inisial M, yang mengaku pemilik lahan tanah spadan milik inisial Icem., yang dua hari kemudian diketahui kejadian korban jiwa diduga dilahan tanah milik icem karena aktivitas PETI yang diduga dikelolah oleh Suaminya yang baru. hingga kejadian korban jiwa itu pada hari kamis 8/5/2025.

Awalnya pada hari selasa dan disertai video yang ia rekam perihal Excavator yang sudah melakukan aktivitas di lokasi lahan tanah miliknya M tanpa ia ketahui atau izinnya, berlangsung informasi M dari sore selasa sampai malam Jumat bersama suaminya turut menjelaskan kepada wartawan Athia melalui panggilan WhatsApp.



Anehnya lagi, awalnya mereka saat kami tanya tentang Galian Paret itu, mereka beralasan karena air menggenang dilahan nya icem, jadi komplen dengan desa. Kami pun berfikir, apa hubungannya dengan lokasi tanah kebun milik kami dan mengapa sampai sebesar itu dibuat parit seperti parit gajah dan dikupas sekitarnya., tambahnya M bersama suaminya.

Selanjutnya di ungkapkan kejadian sebelumnya, hal dugaan serupa. Inisial M bersama suaminya mengaku bahwa sejak lama kecewa atas perbuatan Icem selaku Spadan nya perihal aktivitas PETI yang dilakukan di wilayah lokasi lahan mereka selain di lokasi lahan Icem dan atau dilokasi lainnya.

Iya bang, sebelumnya pun sudah pernah dilakukan aktivitas PETI di lokasi lahan tanah kami, karena kami jarang ke kebun dan setelah selesai dilakukan kegiatan aktivitas PETI baru kami ketahui, dan kali ini, kami temukan dan tidak percaya itu alasannya Icem hanya buat paret pembuangan air yang menumpuk di lokasi lahan nya, Lalu apa hubungannya dengan kebun milik kami dan mengapa dilakukan penggalian parit dilokasi kami tanpa pemberitahuan atau izin dari kami. Ujar kesalnya M.

Kami berharap kepada pelaku atau Icem, agar segera di tutup kembali galian paret yang sempat dilakukan di lahan tanah milik kami., Tegasnya M bersama suaminya.


“M menjelaskan dari hari selasa 6/5/2025 sekitar pukul 16.30 wib, Kami tadi sore ke kebun, terlihat satu unit alat berat milik Dio, sudah melakukan aktivitas penggalian parit dan sekitarnya terlihat sudah dikupas. namun sebelum kami tiba di lokasi masih kedengaran suara alat dan setibanya kami tidak beroperasi lagi. Ungkap M pemilik lahan.

” Bang dio pemilik alat mengaku rentalan alatnya oleh Icem dengan maksud hanya untuk membuat parit, bukan untuk lainnya atau aktivitas PETI.

Masih hari selasa itu sebelum kejadian korban jiwa pada kamis, inisial M sempat menyebut bahwa Icem diduga memiliki PETI dibeberapa lokasi yang sedang beroperasi, diduga dikelola oleh suami baru nya, dan salah satunya lokasi PETI itu dilokasi lahan tatah milik nya icem. Namun saat itu, inisial M berharap kepada wartawan Athia agar tidak langsung diberitakan, takutnya nanti Icem sampai tidak mau menutup parit tersebut dilokasi lahan tanah miliknya., imbuhnya M pada hari selasa itu.

Inisial M, kembali mengabarkan wartawan Athia pada hari kamis malam setelah ada kejadian meninggal dunia tersebut yang terjadi pada sore Kamis itu.
Mengaku tidak jauh lokasi parit dimaksud dari tempat kejadian korban yang meninggal itu, itu lah kejadian diduga masih lokasi lahan tanah miliknya Icem yang kumaksud kemaren itu” Sebutnya M.

Terpisah, oleh narasumber yang berbeda yang minta dirahasiakan identitasnya menyebut bahwa Icem diduga sejak lama sebelumnya diduga selalu menggunakan jasa alat berat untuk mengupas lokasi PETI miliknya 

“Ada alat orange diduga milik Dio yang selalu digunakan untuk mengupas dan atau membuat parit dan steking. terakhir yang ia ketahui beralasan untuk buat parit aliran air warga” Tambahnya

Saat awak media konfirmasi Dio selaku pemilik alat, mengenai dugaan jasa pengupasan bahan untuk aktifitas PETI, dirinya membantah

“Gini bg,soal parit tujuan nya buat ngalirin air yang ada di sekitar jalan,kalau ngupas kan itu uda kolam bg,kami pun tak ado ngupas bang,jelas rentalan semalam perbaiki kolam. Jelasnya Dio pada kamis 8/5/2025, malam sekitar pukul 23.10 wib.

Perihal ini, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Icep selaku diduga bersangkutan dan kemudian diduga pemilik lokasi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin, PETI.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Ketua Dekranasda Inhil Promosikan Produk UMKM Unggulan di Makassar
Diduga Bendung Sungai Pinang, PT Pulau Sambu Disorot: Ribuan Hektare Kebun Kelapa Warga Terendam, Yayasan SALAMBA Minta Aparat Bertindak
Ketua DPD GRANAT Riau Desak Kapolda Naikkan Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Polisi ke Tahap Penyidikan
Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK atas Temuan pada Dinas PUPR
Danposal Bengkalis Apresiasi Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Dorong Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Inhil Resmi Buka Rakor Lintas Program dan Lintas Sektor Implementasi Integrasi Layanan Primer
LAMR Kabupateen Bengkalis Apresiasi Polda Riau atas Pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:05 WIB

Hadiri Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Ketua Dekranasda Inhil Promosikan Produk UMKM Unggulan di Makassar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:47 WIB

Diduga Bendung Sungai Pinang, PT Pulau Sambu Disorot: Ribuan Hektare Kebun Kelapa Warga Terendam, Yayasan SALAMBA Minta Aparat Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:04 WIB

Ketua DPD GRANAT Riau Desak Kapolda Naikkan Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Polisi ke Tahap Penyidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:33 WIB

Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK atas Temuan pada Dinas PUPR

Berita Terbaru