Cegah Praktik Permodalan Ilegal. Kopdes Desa Semplak Programkan Simpan Pinjam

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabum-Pemerintah Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi merupakan Salahsatu contoh desa yang sudah melakukan pembentukan tahap awal koperasi Desa merah putih berdasarkan hasil (Musyawarah Desa Khusus).

Pembentukan itu mengacu kepada Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025,  yang menargetkan pembentukan 70 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Semplak Nura Widarnangti kepada awak media. Selasa (6/5/2025).

Kades Semplak, Nura Widarnangti mengatakan Pembentukan Kopdes ini
disambut antusias oleh para Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi.

“Untuk kelengkapan dokumennya sudah di input sehingga nanti segera kita mendapatkan legalitasnya dari notaris yang ditunjuk oleh Kopdes itu sendiri,”kata Kades Semplak, Nura

Nura menjelaskan, untuk rencana kerja koperasi tentunya sudah disiapkan yakni bertujuan untuk mendorong perekonomian di tingkat desa. Adapun regulasi dan teknis masih menunggu arahan dari pusat.

“Tapi berdasarkan perencanaan kami dengan struktur koperasi yakni menyisir permasalahan utama warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani,”ujarnya.

Tekhnisnya, lanjut Nura, koperasi akan di fungsikan sebagai mitra petani yang berperan membantu proses produksi hingga penjualan hasil panen.

“Sehingga para petani bisa membeli (bibit) dengan harga paling minim dan bisa menjual hasil panen dengan harga yang maksimal,”imbuhnya.

Nura menambahkan, koperasi akan menyediakan program simpan pinjam. Diharapkan program tersebut bisa mengatasi masalah yang paling krusial di Desa Semplak. Karena saat ini, sebagian besar warga terlibat dalam praktek permodalan ilegal.

“Kami Pemerintah Desa Semplak berharap, program ini bukan sekedar wacana pemerintah pusat tapi bisa berjalan secara berkelanjutan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan desa,”tandasnya.Cegah Praktik Permodalan Ilegal. Kopdes Desa Semplak Programkan Simpan Pinjam

Suararakyat.info.Sukabum-Pemerintah Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi merupakan Salahsatu contoh desa yang sudah melakukan pembentukan tahap awal koperasi Desa merah putih berdasarkan hasil (Musyawarah Desa Khusus).

Pembentukan itu mengacu kepada Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025,  yang menargetkan pembentukan 70 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Semplak Nura Widarnangti kepada awak media. Selasa (6/5/2025).

Kades Semplak, Nura Widarnangti mengatakan Pembentukan Kopdes ini
disambut antusias oleh para Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi.

“Untuk kelengkapan dokumennya sudah di input sehingga nanti segera kita mendapatkan legalitasnya dari notaris yang ditunjuk oleh Kopdes itu sendiri,”kata Kades Semplak, Nura

Nura menjelaskan, untuk rencana kerja koperasi tentunya sudah disiapkan yakni bertujuan untuk mendorong perekonomian di tingkat desa. Adapun regulasi dan teknis masih menunggu arahan dari pusat.

“Tapi berdasarkan perencanaan kami dengan struktur koperasi yakni menyisir permasalahan utama warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani,”ujarnya.

Tekhnisnya, lanjut Nura, koperasi akan di fungsikan sebagai mitra petani yang berperan membantu proses produksi hingga penjualan hasil panen.

“Sehingga para petani bisa membeli (bibit) dengan harga paling minim dan bisa menjual hasil panen dengan harga yang maksimal,”imbuhnya.

Nura menambahkan, koperasi akan menyediakan program simpan pinjam. Diharapkan program tersebut bisa mengatasi masalah yang paling krusial di Desa Semplak. Karena saat ini, sebagian besar warga terlibat dalam praktek permodalan ilegal.

“Kami Pemerintah Desa Semplak berharap, program ini bukan sekedar wacana pemerintah pusat tapi bisa berjalan secara berkelanjutan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan desa,”tandasnya.

(Prim RK)

READ  Pemdes Kebonpedes Gelar Uji Kompetensi Untuk Mengisi Kekosongan Staf Desa Yang Purna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien
Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:11 WIB

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Berita Terbaru