Miris! Mahasiswi Berprestasi Fakultas Hukum UKI Jakarta Ditolak Ikut Ujian karena Terkendala Pembayaran: Di Mana Nurani Pendidikan?

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta– Dunia pendidikan Indonesia kembali diwarnai dengan kisah pilu. Seorang mahasiswi berprestasi Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta, Debby G. Siagian, ditolak untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) oleh pihak Fakultas Hukum UKI. Keputusan tersebut diperkuat oleh Wakil Dekan dan bahkan Wakil Rektor II, meskipun sebelumnya telah ada rekomendasi dari Wakil Rektor I, Bapak HLM, yang menyatakan bahwa Debby layak mendapat dispensasi mengikuti ujian.(14/4/2025)

Debby merupakan anak dari Bernard BBBI Siagian, seorang tokoh masyarakat, aktivis antikorupsi, jurnalis, serta Ketua Komunitas ORMAS RBRPG 08 dan pejuang Gerakan Anti Korupsi Nasional. Upaya Bernard untuk melakukan klarifikasi langsung kepada pihak kampus guna meminta sedikit belas kasih pun berakhir sia-sia. “Kami sudah mengajukan surat permohonan, membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), dan menjelaskan bahwa pembayaran sedang dalam proses melalui program KJP dan PIP. Namun sayangnya, kampus menutup mata,” ujar Bernard dengan nada getir.

Bernard menyesalkan sikap kampus yang terkesan lebih menonjolkan asas komersial dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pernyataan yang menyakitkan seperti “Bisnis adalah bisnis. Kalau tidak mampu bayar, ya out!” justru mencederai nilai-nilai luhur UKI yang seharusnya mengedepankan kasih dan pelayanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parahnya, sistem informasi kampus pun telah secara otomatis menutup akses Debby dari ujian dan absensi, membuat namanya seolah-olah tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa aktif. “Anak saya hanya bisa menangis melihat teman-temannya ujian, sementara dirinya diperlakukan seperti bukan bagian dari institusi itu,” ujar Bernard lirih.

Debby bukan sekadar mahasiswa biasa. Ia adalah aktivis muda yang aktif di berbagai gerakan seperti anti narkoba, olahraga sepeda Kemenpora-KONI, RBCCI, serta seorang calon jurnalis masa depan. Ia juga merupakan anak dari alumni senior UKI, Dr. Bernard BBBI Siagian SH AKP, lulusan 1982 yang selama ini dikenal sebagai sosok pejuang keadilan dan integritas.

Kasus ini menambah daftar panjang kisah memilukan dari dunia pendidikan Indonesia, terutama di kampus-kampus swasta yang semakin jauh dari nilai-nilai idealisme pendidikan. “Apakah UKI kini menjadi institusi yang hanya ramah bagi mereka yang mampu membayar mahal? Apakah slogan ‘Melayani dan Bukan untuk Dilayani’ hanya menjadi jargon belaka?” tanya Bernard.

READ  Kekurangan Guru di SDN Lawang Setra Desa Loji: Satu Guru Menangani Semua Kelas, Perjuangan di Tengah Keterbatasan

Bernard mengingatkan bahwa tindakan seperti ini bisa menjadi pukulan besar terhadap kepercayaan publik. Bahkan, ia membandingkan kondisi ini dengan tragedi meninggalnya Alm. Kenza Ezra Walewangko, mahasiswa UKI yang sempat menghebohkan publik nasional beberapa waktu lalu.

Pihak keluarga besar Siagian serta komunitas pegiat sosial dan pendidikan kini menggalang solidaritas nasional. Mereka menuntut perhatian serius dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran kementerian terkait seperti Kemenko PMK, Kemendikbudristek, dan Komisi II DPR RI.

Menurut Bernard, negara harus hadir dan bertanggung jawab atas carut-marutnya tata kelola pendidikan tinggi, terutama yang berkaitan dengan akses pendidikan bagi masyarakat miskin. “Di mana tanggung jawab negara dalam menjamin 20% anggaran pendidikan dari APBN? Mengapa masih ada mahasiswa miskin yang dipecat karena tidak mampu membayar?”

Ia juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Bernard menyerukan agar semua pihak membuka mata dan hati, terutama para pemimpin institusi pendidikan agar tidak mencederai harapan generasi muda yang ingin menempuh pendidikan demi masa depan.

“Saya tidak akan diam. Ini bukan hanya soal Debby, ini soal hak rakyat miskin untuk tetap bersekolah. Tolong, dengarkan tangisan anak-anak negeri yang ingin meraih mimpi. Jangan biarkan pendidikan kita menjadi ajang komersialisasi tanpa nurani,” pungkas Bernard.

Kisah ini telah menyebar luas di kalangan netizen, aktivis pendidikan, dan organisasi masyarakat. Seruan #SaveDebbySiagian kini mulai menggema di berbagai platform media sosial.

 

Salam ASTA CITA – Untuk Indonesia Emas 2045, Macan Asia.

 

(Dr.Bernard/Rusman/Tiur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Kampus Diminta Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran Negara, Pengabdian Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Tridharma
Pimred Suararakyat Siapkan Laporan Pengaduan Dugaan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Ke Kejari Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Rabu, 1 April 2026 - 02:00 WIB

Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum

Berita Terbaru