Suararakyat.info.Jakarta-Dalam suasana penuh keakraban dan semangat silaturahmi antarbangsa, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) menggelar pertemuan strategis bertajuk “Kolaborasi Internasional” bersama University of Sevilla, Spanyol. Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempererat kerjasama pendidikan hukum bertaraf internasional antara Indonesia dan Spanyol.(12/4/2025)
Acara yang berlangsung hangat ini dipimpin langsung oleh Dekan FH UKI, Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, seorang jurnalis senior sekaligus akademisi kawakan. Dalam pidatonya yang disampaikan fasih dalam bahasa Inggris tanpa teks, Prof. Henry menekankan pentingnya pertukaran ilmu dan budaya sebagai fondasi dalam membangun keadilan dan supremasi hukum di kedua negara.
“Negara kita memiliki jumlah penduduk sekitar 289 juta jiwa, dengan tantangan hukum yang kompleks dan mendesak. Karena itu, pendidikan hukum yang terbuka terhadap dunia internasional menjadi sangat penting untuk mencetak generasi penegak hukum yang tangguh, berintegritas, dan visioner,” ujar Prof. Henry.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kerjasama ini, mahasiswa dari program S1, S2, hingga S3 (Doktoral) dari kedua institusi akan mendapat kesempatan untuk menimba ilmu secara timbal balik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam praktik sosial kemasyarakatan. Tujuannya adalah membentuk pemahaman lintas budaya dan sistem hukum yang mampu mendorong kemajuan bersama di bidang penegakan hukum.
Prof. Henry juga menyoroti sejumlah isu hukum krusial di Indonesia yang menjadi tantangan utama saat ini, antara lain:
1. Korupsi, Terorisme, dan Narkotika, yang disebut sebagai musuh utama negara;
2. Sengketa pertanahan dan maraknya praktik mafia tanah yang menyengsarakan masyarakat kecil;
3. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU);
4. Perdagangan manusia dan kekerasan terhadap perempuan dan anak (PPA–PPO);
5. Masalah perbatasan negara, seperti hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang kini dikuasai Malaysia, serta dinamika wilayah perbatasan seperti di Kalimantan Utara dan hubungan historis dengan Singapura.
Menurut Prof. Henry, penyelesaian masalah-masalah ini perlu mengacu pada kaidah hukum internasional, yang menjadi pijakan objektif dalam menjaga kedaulatan dan keadilan global.
Dalam harapannya, Prof. Henry menyampaikan bahwa Universitas Sevilla tidak hanya menjadi mitra akademik, tetapi juga diharapkan akan datang langsung ke FH UKI Jakarta untuk memberikan simposium, kuliah tambahan, dan pelatihan global yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif bagi para mahasiswa Indonesia.
“Melalui pembekalan yang holistik ini, kami berharap lulusan FH UKI nantinya akan mampu menjadi pengacara andal, dosen, aparatur negara (TNI, POLRI, ASN), serta profesional di sektor swasta yang memiliki wawasan luas, tangguh, dan berintegritas tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Henry menyampaikan pentingnya nilai-nilai luhur pendidikan seperti “Tut Wuri Handayani, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa”, sebagai semangat dasar dalam membimbing mahasiswa menuju pribadi yang dinamis, transparan, dan presisi – demi membela negara, menjaga Pancasila dan UUD 1945, serta membawa harum nama bangsa di kancah internasional.
Acara ini juga turut dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, dan tokoh pendidikan dari kedua negara. Redaksi acara mencatat nama Dr. Bernard Tiur dan Riries Dian Wibowo sebagai bagian dari tim peliput.
Dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045, kerjasama antara UKI dan Universitas Sevilla ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi “Macan Asia” yang berdaya saing global dan menjunjung tinggi supremasi hukum demi kemajuan bangsa.
(Dr.Bernard/Tiur/Riries/Dian Wibowo)














