Unjuk Rasa Revisi UU TNI di Sukabumi Chaos, Polisi Kejar dan Pukuli Massa Aksi 

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi – Bentrokan antara massa dan polisi terjadi di dalam unjuk rasa penolakan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Senin (24/3/2025) sore.

Sebelum terjadi chaos, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat berhasil merobohkan pagar bangunan gedung DPRD Kota Sukabumi, lalu memaksa masuk mencoba mendorong barikade polisi yang berjaga.

Selain melakukan orasi, massa aksi juga memancing emosi polisi dengan kata-kata dan pelemparan air mineral dalam kemasan ke barisan barikade polisi. Lalu polisi membubarkan massa dengan menyemprotkan air dari water canon sehingga massa bercerai berai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa kembali berkumpul di depan barisan polisi dan puncak kekacauan terjadi saat ada massa yang melempar air mineral dalam kemasan lalu disemprot air dari water canon dan dikejar oleh polisi hingga terjadi chaos.

Massa aksi dikejar dan dipukuli hingga ada sebagian yang ditangkap. Informasi yang dihimpun, terdapat 2 mahasiswa yang dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, salah satunya mengalami kritis.

READ  Oknum Guru SD Inpres Sikumana 3, Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Mahasiswa Di Jalan Sesawi

Sementara itu salah satu wartawan yang meliput aksi tersebut, Andri Somantri dari salah satu media online, terkena tindakan represif aparat Kepolisian yang sedang mengejar dan menangkap mahasiswa.

“Ada yang narik leher lalu kena id card saya hingga putus. Kalo pun kondisinya saat itu sedang kacau dan anggota polisi ini tidak sengaja menarik leher dan id card saya, sebaiknya ia meminta maaf pada saat itu juga dan jangan pergi ke belakang,” ujar Andri kepada awak media.

Andri sangat menyayangkan sikap pengamanan dari aparat Kepolisian yang ketika chaos terjadi, tidak bisa membedakan mana massa aksi dan bukan. “Siapapun jadi kena (korban), saya sangat menyesalkan adanya tindakan represif ini dari polisi,” Pungkas Andri.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama
Menunggu di Ujung Ketidakpastian: Laporan Dugaan Kekerasan Anak di Sukabumi Berjalan Lambat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB