Suararakyat.info.Selat Panjang-Proyek pembangunan Pelabuhan Roro Sagu Lukit di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang direncanakan menjadi infrastruktur strategis penghubung Pulau Sumatera, kini terbengkalai. Hal ini menuai kritik tajam dari masyarakat, termasuk tokoh pendiri Kepulauan Meranti, Ramlan CFLE.
Ramlan, dalam pernyataannya kepada media pada Senin (21/01/2025), menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan harus bertanggung jawab atas kegagalan menyelesaikan proyek yang bersumber dari APBN ini.
“Pembangunan ini vital bagi kami di Kepulauan Meranti. Mangkraknya proyek ini akibat lemahnya pengawasan Kementerian Perhubungan,” ujar Ramlan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang dikelola BPTD Kelas II Riau dengan sistem tahun jamak ini mandek pada tahap IV tahun anggaran 2023 dengan alokasi dana sebesar Rp26 miliar. Meski melalui tiga kali addendum dan tambahan anggaran hingga 2024, pengerjaannya tetap tak kunjung selesai.
Kasus ini kini telah naik ke tahap penyidikan oleh Kejari Riau, melibatkan sejumlah pihak, termasuk tiga mantan kepala BPTD, pejabat PPK, staf teknis, hingga pengusaha terkait. Penyelidikan juga mengungkap dugaan pembayaran material yang tidak ada di lapangan dengan nilai mencapai belasan miliar rupiah.
“Kami geram tanah kelahiran kami dijadikan ladang korupsi. Menteri Perhubungan harus bertanggung jawab atas pengawasan yang lemah ini,” tegas Ramlan.
Masyarakat Meranti mendesak Kejati Riau mempercepat proses hukum dan menetapkan tersangka agar ada kejelasan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat. Ramlan juga menambahkan bahwa pihaknya akan menyurati Presiden untuk meminta perhatian atas masalah ini.
“Kami ingin keadilan. Jangan biarkan masyarakat di pulau terluar ini menjadi korban permainan oknum perampok uang negara,” tutupnya.
(MP)














