Kedepan Pendidikan Vokasi Lebih Penting Untuk Kebutuhan Kerja

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyebut pendaftaran calon mahasiswa perguruan tinggi tahun 2025 mengalami penurunan hal ini akibat dari kecilnya lapangan kerja bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil, berpengetahuan dan berpendidikan juga turun.

Menurut Prof Sumaryoto sebetulnya penurunan penerimaan mahasiswa perguruan tinggi sudah sejak covid sudah mulai terasa. Dengan covid perekonomian terganggu dan pasca covid banyak PHK.

“Berlanjut mulai dari tahun 2024 lebih parah lagi.Pemerintah melalui BAN-PT menilai penurunan ini sudah diakui oleh pemerintah, jika kurang dari 20 persen masih diberikan toleransi. Namun kalau sudah lebih 20 persen akan bermasalah dengan akreditasi. Artinya pemerintah sudah mengakui ada penurunan,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada SUARARAKYAT.INFO, di Jakarta, Kamis (26/03/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat gelombang PHK belakangan ini tambah Prof Sumaryoto penurunan penerimaan mahasiswa baru turun tidak hanya di kampus PTN namun perguruan tinggi swasta lebih berat lagi.Terlebih dihadapkan pada dilema di satu sisi menciptakan SDM unggul disisi lain ketersedian lapangan pekerjaan berbasis teknologi.

“Akar masalahnya ada pada kegiatan ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh dengan sendirinya lapangan pekerjaan meningkat.Kemudian daya beli masyarakat tumbuh dan kemampuan mendanai pendidikan semakin baik.Karena pendidikan tinggi tidak disubsidi pemerintah,”imbuhnya.

READ  Dugaan Arogansi dan Pembungkaman Pers: Wartawan di Cengkareng Diusir dari Kontrakan, GAKORPAN Desak Polisi Ungkap Rangkaian Kasus Pengrusakan nya

Dikatakan Prof Sumaryoto ditengah kondisi penurunan mahasiswa baru namun harus tetap meningkat SDM yang kompetitif dengan menurunkan biaya kuliah di perguruan tinggi swasta berat tapi kalau di PTN mungkin bisa karena sebagian besar gaji dosen oleh pemerintah.

“Kalau di Unindra uang kuliah diturunkan tidak bisa, karena memang sudah murah.Kecuali yang uang kuliahnya mahal bisa diturunkan,”urainya.

Disinggung mengenai jumlah ideal sarjana dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia, menurutnya bukan hanya mengejar kuantitas/ persentase. Ijazah tidak menjamin tapi lebih ke kualitas . Terlebih lagi pendidikan kedepan orientasinya harus berbasik digital ( menguasai IT ) kemudian mempunyai keahlian tertentu dengan dibuktikan melalui sertifikasi profesi tertentu.

“Kedepan dunia pasar kerja/industri selalu menanyakan perihal kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi profesi.Hanya memiliki ijazah SI atau D-4 belum cukup tanpa memiliki sertifikat profesi tertentu.Kedepan untuk kesiapan kerja, mestinya lebih diarahkan untuk pendidikan vokasi , itu yang lebih penting,”tandasnya.

 

(s handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru