SUARARAKYAT || TULUNGAGUNG — Keterbatasan fisik bukan lagi penghalang untuk mengukir prestasi harum di kancah daerah maupun nasional. Hal itulah yang menjadi fokus utama Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Jeli dalam menyoroti besarnya potensi serta ruang gerak bagi warga disabilitas di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.(24/7/2026)
Melalui program pemberdayaan dan pendataan potensi warga, tim KKN Desa Jeli berkolaborasi dengan tokoh lokal untuk membuka mata publik bahwa penyandang disabilitas memiliki daya saing yang luar biasa di bidang olahraga.
Potensi Melimpah Atlet Disabilitas
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Tulungagung, wadah bagi para atlet disabilitas kini terus berkembang melalui Komunitas Paralympic Tulungagung. Komunitas ini menjadi sarana pembinaan, pelatihan, sekaligus rumah bagi para penyandang disabilitas yang memiliki bakat di bidang keolahragaan.
Ketua Komunitas Paralympic Tulungagung, Faton, yang juga merupakan penyandang disabilitas warga asli Desa Jeli, mengungkapkan bahwa potensi atlet difabel di Tulungagung sangat melimpah. Banyak di antara mereka yang mampu meraih medali dan membawa nama harum daerah jika diberikan kesempatan dan pembinaan yang tepat.
Mekanisme Pemerintah Daerah Bagus, Atensi Tingkat Desa Masih Perlu Diperbaiki
Meski semangat para atlet membara, Fatoni memberikan catatan penting mengenai perhatian dan dukungan dari pemangku kebijakan setempat. Menurutnya, perhatian serta mekanisme pembinaan dari pemerintah tingkat kabupaten sejauh ini sudah cukup baik dan terstruktur.
Namun, kendala utama sering kali muncul dari tingkat pemerintahan yang paling bawah.
“Mekanisme perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah/kabupaten sebenarnya sudah cukup bagus. Namun, tantangan terbesarnya justru ada di tingkat bawah, perhatian dari pemerintah desa setempat masih dirasa perlu ditingkatkan,” ujar Faton saat berdialog dengan tim KKN Desa Jeli.
Ia menambahkan, kurangnya kepedulian dari pihak pemerintah desa membuat banyak potensi warga difabel di pelosok desa yang tidak terdata, terlambat terfasilitasi, atau bahkan enggan tampil karena minimnya dukungan moral dan materiil di tingkat tapak.
Sinergi Tim KKN untuk Inklusivitas Desa Menanggapi kondisi tersebut.
tim KKN Desa Jeli berkomitmen untuk mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih inklusif. Melalui kegiatan edukasi dan advokasi masyarakat, kelompok KKN berharap pemerintah desa dapat lebih aktif merangkul, mendampingi, dan memfasilitasi warga difabel yang memiliki potensi prestasi.Langkah ini diharapkan dapat menjadi pemicu kesadaran kolektif, bahwa pemenuhan hak dan penyediaan ruang prestasi bagi difabel bukan sekadar aksi sosial, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkatan desa hingga kabupaten.
Penulis : Gading
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














