DPU Sukabumi Perkuat Kapasitas P3A dan GP3A, Dorong Pengelolaan Irigasi Demi Ketahanan Pangan

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi memperkuat kapasitas Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) sebagai langkah meningkatkan kualitas pengelolaan jaringan irigasi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar di Situ Sukarame, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Selasa (7/7/2026).

Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan penguatan kapasitas pengelola irigasi merupakan bagian dari implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbasis kinerja. Karena itu, setiap program yang dijalankan harus memiliki manfaat yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Irigasi merupakan urat nadi sektor pertanian. Karena itu, kemampuan P3A dan GP3A dalam mengelola sumber daya air harus terus ditingkatkan agar jaringan irigasi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Uus, pemerintah daerah tidak hanya memberikan pembinaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan dukungan berupa perlindungan asuransi, insentif, serta bantuan sarana dan prasarana bagi para pengelola irigasi. Dukungan tersebut diharapkan mampu menunjang kinerja mereka dalam menjaga dan memelihara jaringan irigasi di lapangan.

Ia menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik jaringan irigasi. Keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat, khususnya para petani dan pengelola irigasi, dalam merawat infrastruktur yang telah dibangun.

READ  Sinergi TNI-POLRI Kawal Ketat Turnamen Voli Hajat Laut Nelayan di Pelabuhan Jayanti

“Semangat kebersamaan menjadi kunci. Infrastruktur yang baik tidak akan bertahan lama tanpa partisipasi masyarakat dalam pemeliharaannya,” katanya.

Kabupaten Sukabumi, lanjut Uus, menjadi salah satu daerah yang berperan dalam mendukung Program Strategis Nasional di bidang ketahanan pangan. Untuk itu, pembangunan jaringan irigasi terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Namun demikian, ia mengakui pembangunan irigasi masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Saat ini tingkat kemantapan jaringan irigasi di Kabupaten Sukabumi baru mencapai sekitar 54 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 46 persen jaringan irigasi yang memerlukan rehabilitasi maupun peningkatan kualitas.

“Dengan kemampuan anggaran yang terbatas, strategi kami adalah membangun jaringan irigasi yang berkualitas sekaligus memastikan pemeliharaannya berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, distribusi air ke lahan pertanian semakin optimal, produktivitas pertanian meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani ikut terdorong,” tutur Uus.

Melalui penguatan kapasitas P3A dan GP3A, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pengelolaan jaringan irigasi semakin efektif, berkelanjutan, dan mampu menjadi salah satu penopang utama terwujudnya ketahanan pangan serta mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berdaya saing, dan berkah.

Penulis : Prima RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malahayati Konsultan Edukasi Warga Cijalingan Waspadai Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal
Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan
Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:25 WIB

DPU Sukabumi Perkuat Kapasitas P3A dan GP3A, Dorong Pengelolaan Irigasi Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

Malahayati Konsultan Edukasi Warga Cijalingan Waspadai Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:29 WIB

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Berita Terbaru