Kota Sorong Papua Barat Daya – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan dan Akses Layanan Keuangan Yang digelar di hotel Swiss bell, Rabu (24/6/2026).
Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ricard Purba, mengatakan bahwa Program TEKAD dirancang untuk mentransformasi usaha masyarakat yang sebelumnya berskala rumah tangga menjadi usaha yang lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
“TEKAD merupakan program yang bertujuan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kampung, Kami ingin usaha yang selama ini dikelola dalam lingkup keluarga dapat berkembang menjadi unit usaha yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Ricard.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Program TEKAD merupakan program yang didukung melalui skema pendanaan dari lembaga donor internasional yang berkedudukan di Roma, Italia. Salah satu fokus utama program adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga melalui literasi keuangan.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan, mulai dari arus kas masuk hingga pengeluaran rumah tangga.
Langkah ini dinilai penting karena masih banyak keluarga yang belum memiliki kebiasaan mengelola dan mencatat kondisi keuangannya secara baik.
“Saat turun ke lapangan, kami menemukan banyak keluarga yang belum mengetahui secara pasti aset yang dimiliki, Ketika memiliki uang, langsung digunakan tanpa pencatatan, Karena itu, literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk membangun ekonomi keluarga yang lebih kuat,” jelasnya.
Program TEKAD saat ini dilaksanakan di sembilan provinsi di Indonesia, termasuk Papua Barat Daya dengan lokasi sasaran di Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Maybrat.
Ricard menjelaskan, salah satu keberhasilan program TEKAD dapat dilihat di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta pemanfaatan Dana Desa, Kampung Patawang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga mencapai Rp10 juta sampai Rp15 juta.
Keberhasilan tersebut juga didukung pemanfaatan Dana Desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga mampu menciptakan aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Terkait pemilihan Papua Barat Daya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program, Ricard menegaskan bahwa pemerintah melakukan pemetaan berdasarkan kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan desa.
“Hasil identifikasi menunjukkan sejumlah wilayah di Indonesia Timur masih membutuhkan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat desa. Karena itu, Papua Barat Daya menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pelaksanaan Program TEKAD,” katanya.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat desa tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membangun usaha yang dapat bermitra dengan pihak luar dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Salah satu contoh keberhasilan lainnya adalah kelompok usaha dampingan TEKAD di NTT yang berhasil menjalin kerja sama pemasaran kopi dengan perusahaan dari luar daerah. Kerja sama tersebut telah berjalan selama hampir satu tahun dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
“Harapan kami, usaha-usaha masyarakat yang selama ini berskala kecil dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, memiliki akses permodalan dan pasar yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemajuan ekonomi kampung secara berkelanjutan,” tutup Ricard.
Penulis : Leonardo Alfredo Kara
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














