Debby Grace Siagian: Kepemimpinan Perempuan, Pilar Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Dalam dunia yang tengah dilanda ketidakpastian global dan tantangan ekonomi domestik, suara dan peran perempuan dalam kepemimpinan nasional semakin bergema kuat. Debby Graciela Siagian, mahasiswi Fakultas Hukum UKI yang juga menjabat sebagai Dansatgas Atlet Klub Sepeda Rock Bike Indonesia KONI Pusat, tampil sebagai simbol kepemimpinan perempuan yang tangguh, kolaboratif, dan adaptif.(7/5/2025)

Menurut Jurnalis Senior Dr. Bernard BBBI Siagian, SH., M.A.Kp., Debby merupakan potret perempuan muda yang membawa nilai-nilai kepemimpinan modern ke dalam ranah kebangsaan. “Kepemimpinan perempuan adalah daya ungkit dan magnet penggerak roda pembangunan. Mereka hadir bukan untuk bersaing, tapi melengkapi dan memperkuat,” ujar Bernard.

Debby sendiri menyuarakan bahwa tantangan global seperti inflasi, gejolak kurs dolar, merosotnya IHSG, hingga PHK massal yang terjadi seperti kasus Sritex, bukan hanya ujian ekonomi, tetapi juga ujian kepemimpinan nasional. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan solusi dialogis antara pengusaha dan serikat pekerja sebelum mengambil jalan pintas pemutusan hubungan kerja.

“PHK seharusnya menjadi opsi terakhir. Kita harus mendahulukan evaluasi struktur pembiayaan, memperkuat jaringan usaha, dan diversifikasi pendapatan agar bisnis tetap hidup,” tegas Debby.

Dalam visinya, Debby menekankan pentingnya prinsip “evidence-based leadership” bahwa setiap keputusan strategis harus berpijak pada data faktual, namun tetap memelihara sisi humanis. Ia percaya bahwa kolaborasi yang kuat antar gender dan pemimpin lintas sektor merupakan kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Tak hanya bergerak di tataran konseptual, Debby juga aktif memimpin gerakan sosial melalui komunitas atlet sepeda Rock Bike Indonesia, yang mendorong budaya kerja human-centered. Riset besar yang melibatkan lebih dari 100.000 responden menguatkan keyakinannya: nilai-nilai seperti empati, kolaborasi, komunikasi, dan transparansi yang selama ini dilekatkan pada karakter perempuan, semakin relevan dalam kepemimpinan modern.

Namun, Debby juga mengkritisi adanya bias gender yang masih kuat. “Perempuan sering dianggap emosional atau kurang tegas. Padahal, dalam 12 dari 17 parameter kepemimpinan, perempuan mencetak skor lebih tinggi dibanding laki-laki, terutama dalam hal hubungan, prinsip bisnis, dan konsistensi,” ujarnya.

Ia berharap, kepemimpinan perempuan bisa menjadi jangkar di tengah gelombang badai perubahan. Sebuah pilar yang mampu menjaga arah pembangunan nasional tetap kokoh dan inklusif, menuju cita-cita besar: Indonesia Emas 2045.

“Perjuangan perempuan adalah perjuangan rakyat Indonesia. Kepemimpinan perempuan harus menjadi agen perubahan, bukan hanya untuk kesetaraan gender, tapi demi terciptanya sistem yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan,” tutup Debby penuh semangat.


(Dr.Bernard)

READ  Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi
Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI
Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Nama Calon Tersangka Sudah Dikantongi Polda Papua Barat Daya, Kasus Korupsi Inspektorat Tinggal Tunggu Audit BPK
Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN
UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:03 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:32 WIB

APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:06 WIB

Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57 WIB

Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Berita Terbaru