Ir. Agung Setiawan, MM Menggelar Reses Sidang II Tahun II- Tahun 2026 di Desa Air Ruay, Soroti Harga TBS Petani Sawit yang Merosot

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info ||BANGKA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi Nasdem, Ir. Agung Setiawan, MM menggelar reses di Desa Air Ruay Jalan Bawean. Dalam pertemuan dengan warga, keluhan utama yang muncul adalah anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani mandiri, Jum’at (15/05/26).

Agung menjelaskan, rendahnya harga TBS dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melibatkan seluruh pihak di sektor perkebunan sawit. Mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Dinas Perkebunan Kabupaten Bangka, asosiasi pengusaha, asosiasi petani, hingga DPRD yang menjalankan fungsi pengawasan.

“Harga di tingkat pabrik sudah ada standarnya. Tapi yang jadi masalah adalah di tingkat lapangan, khususnya di petani. Harga yang sampai ke petani tidak sesuai dengan standar yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, perhitungan harga TBS seharusnya mengacu pada harga CPO dunia dan umur tanaman sawit, misalnya untuk umur 3 hingga 9 tahun atau di bawah 20 tahun. Namun di lapangan, petani sering menjual dengan harga yang jauh lebih rendah dari hitungan tersebut.

Salah satu penyebabnya, menurut Agung, adalah tidak beroperasinya pabrik kelapa sawit di Bangka Tengah. Akibatnya, TBS dari daerah tersebut masuk ke Kabupaten Bangka sehingga pasokan berlebih dan pabrik kewalahan, Kondisi ini membuat harga ikut tertekan.

“Ini sifatnya sementara. Ke depan harga sawit diperkirakan akan membaik. Tapi pabrik kelapa sawit harus serius menangani harga agar sesuai standar pemerintah,” tegasnya.

READ  Ilegal Mining Dengan Sejumlah Alat Berat Beroperasi Dibeberapa Wilayah di Pasaman

Selain sawit, Agung juga menyoroti persoalan data DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Ia meminta agar data penerima bantuan, khususnya untuk desil 1 sampai 5, segera diperbarui dan disesuaikan.

“Kalau memang orang itu mampu, tidak perlu dibantu. Tapi yang benar-benar tidak mampu sesuai desil 1 sampai 5 harus dibantu. Jangan sampai ada nepotisme, hanya keluarga RT yang masuk. Gunakan data BPS yang terbaru sebagai dasar,” katanya.

Agung mengingatkan para RT dan perangkat desa di Babel agar berhati-hati dalam menyusun data agar valid dan tepat sasaran. Ia merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2012 tentang DTKS sebagai acuan perbaikan data.

Terkait infrastruktur, ia menerima masukan soal jalan. Masalah petani sawit di kawasan hutan. Agung menjelaskan, sawit yang ditanam di hutan lindung dan hutan produksi memang tidak diperbolehkan. Namun untuk lahan yang sudah terlanjur ditanami bertahun-tahun, bisa diurus melalui desa ke kementerian agar datanya jelas.

“Pabrik kadang tidak mau membeli karena datanya tidak jelas. Maka pemerintah bersama asosiasi pengusaha dan petani harus bersatu menyelesaikan ini, khususnya di Kabupaten Bangka dan Babel secara umum. Yang sudah masuk dan diakui, jalankan seperti biasa. Yang bermasalah, diperbaiki datanya agar bisa dipertanggung jawabkan,” pungkasnya.

Penulis : Ali Rahmansyah

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Lakukan Pengecekan Rutin Tanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kapolsek Rangsang Kembali Laksanakan Penanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional
Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:30 WIB

Ir. Agung Setiawan, MM Menggelar Reses Sidang II Tahun II- Tahun 2026 di Desa Air Ruay, Soroti Harga TBS Petani Sawit yang Merosot

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:42 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Lakukan Pengecekan Rutin Tanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:29 WIB

Kapolsek Rangsang Kembali Laksanakan Penanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:40 WIB

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Berita Terbaru