Jejak Prajurit Maritim Menembus Lereng Cikuray, Curug Cihanyawar Garut Tawarkan Pesona Alam yang Masih Alami

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || GARUT- Hamparan hijau perkebunan teh, udara pegunungan yang sejuk, gemuruh air yang jatuh dari tebing batu, serta suasana hutan pinus yang tenang menjadi gambaran pertama ketika menapakkan kaki di kawasan wisata Curug Cihanyawar, sebuah destinasi alam tersembunyi yang berada di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Keindahan alam yang masih asri itu kini mulai menarik perhatian para pecinta wisata alam, petualang, hingga para penikmat suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.Sabtu (16/5/2026)

Perjalanan menuju Curug Cihanyawar kali ini menjadi bagian dari napak tilas seorang prajurit TNI Angkatan Laut yang pernah berdinas di Lanal Bandung sebagai anggota Posal Ujung Genteng dalam tugas pembinaan potensi maritim di wilayah pesisir selatan. Sosok tersebut adalah Kopral Kepala TNI AL, Irvan, yang namanya dikenal luas di kalangan masyarakat Jayanti Cidaun karena kedekatannya dengan warga saat menjalankan tugas pembinaan dan penggalangan potensi maritim.

Perjalanan panjang yang ditempuh dari kawasan selatan hingga kaki Gunung Cikuray seakan menjadi pelepas rindu terhadap suasana alam pegunungan yang masih murni dan belum banyak tersentuh pembangunan modern. Setibanya di Curug Cihanyawar, rasa lelah perjalanan seolah terbayarkan dengan panorama alam yang memanjakan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Curug Cihanyawar sendiri merupakan wisata air terjun yang berada di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, menjadikan kawasan ini memiliki suhu udara yang dingin dan segar khas pegunungan Parahyangan.

Nama “Cihanyawar” berasal dari bahasa Sunda, yakni “Ci” yang berarti air dan “Hanyawar” yang merujuk pada tumbuhan air sejenis rumput liar atau pandan air yang banyak tumbuh di sekitar aliran sungai. Secara filosofis, nama tersebut menggambarkan sebuah kawasan perairan alami yang dipenuhi kehidupan dan kesegaran alam.

Destinasi wisata ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan pemanfaatan sumber mata air Cipadaruun yang berada di kaki Gunung Cikuray. Pada awalnya kawasan tersebut hanyalah hutan pinus alami yang jarang diketahui wisatawan. Namun seiring waktu, masyarakat dan pengelola setempat mulai mengembangkan kawasan itu menjadi wisata terpadu berbasis alam tanpa menghilangkan keasrian lingkungan sekitar.

Kini Curug Cihanyawar tidak hanya dikenal sebagai lokasi wisata air terjun, tetapi juga sebagai kawasan bumi perkemahan atau river camp pertama di Garut yang menawarkan pengalaman menyatu dengan alam. Konsep wisata yang diusung memadukan panorama pegunungan, suara gemericik sungai, dan suasana hutan pinus yang menenangkan.

READ  Damkar dan PLN Pelalawan Respon Cepat Amankan Ruko yang Nyaris Terbakar

Air terjun Curug Cihanyawar memiliki ketinggian sekitar 16 hingga 17 meter dengan aliran air yang jernih dan debit yang relatif stabil sepanjang tahun. Air yang mengalir langsung dari sumber pegunungan membuat suasana di sekitar curug terasa sangat segar dan alami. Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami yang dangkal dan cukup luas sehingga aman digunakan untuk bermain air maupun sekadar menikmati dinginnya air pegunungan.

Keindahan kawasan ini semakin lengkap dengan latar hamparan kebun teh hijau yang membentang di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Pepohonan pinus yang tumbuh menjulang menciptakan suasana rindang dan nyaman bagi para pengunjung yang ingin bersantai ataupun berkemah bersama keluarga maupun komunitas.

Fasilitas wisata yang tersedia pun mulai berkembang. Pengelola menyediakan area camping lengkap dengan fasilitas pendukung seperti kasur, bantal, selimut hingga aliran listrik sehingga pengunjung tetap dapat menikmati kenyamanan meski berada di tengah alam terbuka. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi bermalam di kaki Gunung Cikuray dengan suasana alam yang masih asri.

Selain keindahan alamnya, keramahan masyarakat sekitar menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh para pengunjung. Warga Desa Sukamurni dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan yang datang. Kehangatan sambutan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang sulit dilupakan.

Akses menuju Curug Cihanyawar pun terbilang cukup mudah. Lokasi wisata dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki dengan jarak yang relatif dekat untuk sampai ke titik air terjun utama.

Keberadaan Curug Cihanyawar menjadi bukti bahwa Garut tidak hanya dikenal dengan wisata kuliner dan pemandian air panasnya, tetapi juga menyimpan banyak surga alam tersembunyi yang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis ekowisata.

Di tengah maraknya pembangunan dan eksploitasi alam di berbagai daerah, Curug Cihanyawar hadir sebagai pengingat bahwa keindahan alam yang dijaga dengan baik akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Gemuruh air yang jatuh dari tebing, dinginnya udara pegunungan, serta hijaunya alam kaki Gunung Cikuray menjadi perpaduan sempurna yang menghadirkan ketenangan bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Bagi para pencinta alam dan wisata petualangan, Curug Cihanyawar layak menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika berada di Kabupaten Garut, tanah Parahyangan yang tak pernah habis menyimpan pesona.

Penulis : Irv

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyusuri Sejuknya Lamping Cirorek, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Cikuray yang Menyatukan Alam, Petualangan, dan Kehangatan Warga
Pesona Pangandaran: Dari Kampung Nelayan hingga Surga Wisata “Hawaii van Java”
SPLASH DAY OUT: AQUA YOGA, EXPERIENCE WELLNESS SERU DI WATERBOOM LIPPO CIKARANG
Malam Puncak Duta Wisata Riau 2026: Ajang Bergengsi Lahirkan Wajah Baru Pariwisata Melayu
Akses Jalan Purabaya–Jampang Tengah Dibuka Bertahap, DPU Kebut Pembersihan Longsor Demi Pulihkan Aktivitas Warga
Spot Foto Makin Estetik, Taman Bunga Impian Okura Pekanbaru Hadirkan Layanan Sewa Properti Wisata
Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Sukabumi, Iman Adinugraha Gelar Pelatihan Pariwisata Sirkular Libatkan Puluhan Pegiat Wisata
Damkar dan PLN Pelalawan Respon Cepat Amankan Ruko yang Nyaris Terbakar
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:36 WIB

Jejak Prajurit Maritim Menembus Lereng Cikuray, Curug Cihanyawar Garut Tawarkan Pesona Alam yang Masih Alami

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:11 WIB

Menyusuri Sejuknya Lamping Cirorek, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Cikuray yang Menyatukan Alam, Petualangan, dan Kehangatan Warga

Sabtu, 25 April 2026 - 01:03 WIB

Pesona Pangandaran: Dari Kampung Nelayan hingga Surga Wisata “Hawaii van Java”

Kamis, 16 April 2026 - 00:17 WIB

SPLASH DAY OUT: AQUA YOGA, EXPERIENCE WELLNESS SERU DI WATERBOOM LIPPO CIKARANG

Senin, 13 April 2026 - 03:14 WIB

Malam Puncak Duta Wisata Riau 2026: Ajang Bergengsi Lahirkan Wajah Baru Pariwisata Melayu

Berita Terbaru