Suararakyat.info.Jakarta-Semangat kekeluargaan merupakan landasan utama yang melahirkan paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) pada 12 November 1976. Dalam perjalanannya, KKSS hadir untuk mempererat ikatan silaturahmi emosional dan kekeluargaan dalam kehidupan sosial dan budaya. Fondasi paguyuban ini berakar pada nilai adab sipangadereng atau sipangadakkang, yang menjadi pedoman dalam interaksi sosial dan kehidupan bermasyarakat.23/02/2025
Namun, setelah hampir lima dekade sejak pendiriannya, muncul pertanyaan penting: apakah nilai-nilai adab yang menjadi roh KKSS tetap terjaga? Perjalanan panjang setengah abad tentu telah menghadirkan berbagai dinamika, baik dalam konteks geopolitik nasional maupun global. Perubahan tata pemerintahan, pemekaran wilayah, serta tuntutan zaman mengharuskan KKSS terus beradaptasi tanpa menghilangkan jati dirinya.
Salah satu tantangan yang muncul adalah terkait dengan nama dan identitas paguyuban ini. Dengan berkembangnya wilayah Sulawesi Selatan, termasuk terbentuknya provinsi-provinsi baru seperti Sulawesi Barat, ada kemungkinan KKSS perlu meninjau kembali apakah tetap menggunakan nama yang sama atau perlu ada penyesuaian yang mencerminkan realitas baru. Selain itu, sebagai organisasi yang berorientasi pada sosial dan budaya, perlu ada penjabaran yang lebih konkret mengenai peran dan kontribusi KKSS dalam kehidupan bermasyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di samping itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama yang harus dipegang erat oleh KKSS. Pengembangan kader pemimpin bangsa, baik di tingkat daerah maupun nasional, adalah investasi jangka panjang yang akan memastikan keberlanjutan kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, KKSS harus tetap berfokus pada dua hal utama: memperkuat aspek sosial dan budaya tanpa terbawa arus program-program pembangunan pemerintahan yang terlalu luas.
Melestarikan Dokumen Sejarah KKSS
Sejarah adalah akar yang meneguhkan identitas sebuah organisasi. Dalam konteks KKSS, ada dua hal yang perlu terdokumentasikan dengan baik. Pertama, sejarah kelahiran KKSS pada 12 November 1976 oleh 27 tokoh pendiri, yang seharusnya diabadikan dalam Anggaran Dasar Organisasi agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Kedua, peristiwa heroik Pengorbanan 40 Ribu Jiwa Rakyat Sulawesi Selatan dalam membela kedaulatan kemerdekaan pada 11 Desember 1946, sebuah momen penting yang harus dikenang dan diperingati dari generasi ke generasi.
Melalui dokumentasi yang baik, kedua peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh anggota KKSS untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan. Dengan demikian, semangat kekeluargaan yang menjadi landasan KKSS akan tetap terjaga dan relevan, bahkan di tengah arus perubahan zaman.
Legolego, Ciliwung 23 Februari 2025
(S Handoko)














