Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa Sebentar Lagi Berakhir.

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Kang Aceng Tea.

Penyair Jalanan dari Tatar Sunda.

SUARARAKYAT.info||Gamelan Solo terus bertalu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

mengiringi lakon ketoprak raja jawa

menari diatas pusaran keraton pertiwi

dengan khas jati dirinya

sang penipu ulung dari gorong-gorong

penuh kepalsuan

Mulyono

Mister Planga plongo.

 

Sepuluh tahun sudah

Titah raja jawa telah membius

kehidupan tanah pertiwi

sebagian besar

para abdi dalem dan hulubalang bersimpuh

semua tatanan dalam genggamannya

dia robek etika dan logika

dia cabik tatanan birokrasi

dia perkosa konstitusi

untuk melahirkan anak haram

ke kursi singgasana.

 

Lahirlah anak haram

READ  RUU KUHAP: Advokat Dapat Hak Imunitas, Penghinaan Presiden Diselesaikan dengan Restorative Justice

berpenampilan hampir sama

seperti ayahnya

bahkan lebih parah

bicaranya dibawah standar

etika dan logikanya sangat terbatas

pengetahuannya rendah

moralnya hancur

Fufufafa

Mister Clangak Clinguk.

 

Episode lakon ketoprak

sebentar lagi berakhir

Titah raja jawa sudah pudar

abdi dalem dan hulubalang mulai sadar

mereka telah tertipu dengan gaya lugunya

anak pertiwi mulai bangkit

bersatu untuk mengadili raja jawa

dan menurunkan

Fufufafa dari singgasana.

 

Gamelan Solo mulai kacau

suaranya bertalu tak berirama

gegap gempita rakyat bersuara

menuntut perubahan di tanah pertiwi.[]

 

Sumber: ASH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan
Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia
Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan

Senin, 27 April 2026 - 08:50 WIB

Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Gresik Gaungkan “Ayo Jogo Gresik” Jelang Sura Agung

Minggu, 7 Jun 2026 - 13:33 WIB